Lapas Wahai Pastikan Warga Binaan Penerima PB Bersih dari Narkoba
Wahai, INFO_PAS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus laksanakan tes urine sebagai bentuk komitmen pemberantasan narkoba yang menjadi salah satu Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026. Hal ini dilakukan bagi salah satu Warga Binaan penerima Pembebasan Bersyarat (PB) yang dinyatakan bersih dari narkoba, Selasa (3/2).
Kegiatan yang dilaksanakan di Klinik 'Mesra' Lapas ini didampingi langsung oleh petugas kesehatan, Fitri Rianty. “Berdasarkan hasil pemeriksaan, satu Warga Binaan yang akan bebas ini setelah di tes urine menunjukan hasil negatif dari penyalahgunaan narkoba. Kami bersikap tegas dalam mendukung pemberantasan serta memperkuat pengawasan internal demi terciptanya Lapas yang sehat, bersih, dan berintegritas,” terangnya,
Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty S. Mouw, menjelaskan tes urine menjadi salah satu indikator keberhasilan pembinaan kepribadian dan kemandirian, sekaligus alat ukur efektivitas pengawasan internal. “Sejak awal masa pembinaan, Warga Binaan telah diberikan pemahaman tegas terkait larangan narkoba. Tes urine ini menjadi evaluasi akhir sekaligus kontrol internal untuk memastikan pembinaan berjalan optimal dan Warga Binaan layak menerima PB,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan tes urine merupakan komitmen jajarannya dalam perang melawan narkoba dan penguatan integritas Pemasyarakatan. “Tes urine merupakan langkah tegas dan terukur untuk memastikan Warga Binaan benar-benar bersih dari narkoba saat kembali ke masyarakat. Ini adalah komitmen kami yang tidak memberi ruang bagi penyalahgunaan maupun peredaran narkoba, baik oleh Warga Binaan maupun oknum petugas sekalipun,” tegasnya.
Tersih menambahkan kegiatan tersebut sejatinya merupakan program 'WARNA BENAR' atau 'Warga Binaan Bersih Narkoba' yang diinovasikan Lapas Wahai setahun lalu. "Sejak masuk, menjalani, hingga bebas, seluruh Warga Binaan wajib menjalani tiga tahapan tersebut. Ini adalah komitmen kami untuk dalam mencerminkan tanggung jawab institusi untuk membina sekaligus mengawasi Warga Binaan secara konsisten sampai akhir menjalani masa pembinaannya," tambahnya.
Di tempat berbeda, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, mengapresiasi langkah tegas Lapas Wahai yang sejalan dengan kebijakan nasional Pemasyarakatan dan penguatan integritas aparatur. “Pelaksanaan tes urine yang konsisten merupakan wujud nyata komitmen reformasi Pemasyarakatan di Lapas Wahai. Pengawasan internal yang kuat menjadi kunci untuk mencegah penyimpangan dan memastikan Lapas bersih dari narkoba. Kami berharap Warga Binaan yang menjalani PB menjadi agen perubahan dalam masyarakat sehingga memastikan tidak akan lagi mengulangi pelanggaran hukum,” harapnya. (IR)
Kontributor: Lapas Wahai
What's Your Reaction?


