Lapas Wahai Perkuat Kompetensi Petugas Penyelenggara Makanan lewat Pelatihan Keamanan Pangan

Lapas Wahai Perkuat Kompetensi Petugas Penyelenggara Makanan lewat Pelatihan Keamanan Pangan

Wahai, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai perkuat kompetensi petugas penyelenggara makanan lewat Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji Gelombang I bagi Petugas Penyelenggara Makanan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan Pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara virtual, Rabu (30/9). Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan bekerja sama dengan DPC Persagi Jakarta Pusat tersebut diikuti 182 petugas Pemasyarakatan dari unsur Koordinator Dapur, Asisten Koordinator Dapur, dan Tenaga Kesehatan sebagai upaya meningkatkan kompetensi sekaligus memperkuat pengawasan keamanan pangan dalam penyelenggaraan makanan di UPT Pemasyarakatan.

Dari Lapas Wahai, kegiatan diikuti lima petugas sebagai komitmen dalam memastikan penyelenggaraan makanan, khususnya dalam mendukung pelaksanaan Program MBG, memperhatikan aspek keamanan, kebersihan, sanitasi, dan higiene. Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan sejumlah materi penting, di antaranya kebijakan keamanan pangan siap saji, cemaran pangan dan penyakit bawaan pangan, pemeliharaan lingkungan kerja serta pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit, pembersihan dan sanitasi peralatan, higiene perorangan, hingga tahapan proses produksi pangan siap saji.

Kepala Subseksi Pembinaan, La Joi, menyampaikan pelatihan tersebut memberikan pemahaman tambahan bagi petugas mengenai pentingnya pengelolaan makanan yang memenuhi standar keamanan pangan. “Keamanan pangan merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan makanan bagi Warga Binaan. Melalui pelatihan ini, petugas meningkatkan pemahaman dan menerapkannya dalam setiap tahapan pengelolaan makanan, mulai dari kebersihan lingkungan, peralatan, bahan makanan, hingga proses penyajian,” ujarnya.

Sementara itu, Perawat Lapas Wahai, Fajar Pradhana Wisady, menilai aspek hygiene dan sanitasi memiliki kaitan erat dengan upaya menjaga kesehatan Warga Binaan. Menurutnya, penerapan prinsip keamanan pangan secara konsisten membantu mencegah risiko terjadinya penyakit yang bersumber dari makanan.

“Materi yang diberikan sangat relevan dengan tugas pelayanan kesehatan di Lapas. Pengetahuan mengenai higiene perorangan, sanitasi peralatan, serta pencegahan cemaran pangan perlu diterapkan secara konsisten agar makanan yang disajikan tetap aman dan mendukung kesehatan Warga Binaan,” ungkap Fajar.

Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menyampaikan  keikutsertaan dalam kegiatan tersebut merupakan dukungan terhadap peningkatan kualitas penyelenggaraan makanan di lingkungan Pemasyarakatan. “Pengetahuan yang diperoleh petugas diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat kualitas pelayanan, termasuk memastikan penyelenggaraan makanan berlangsung secara higienis, aman, dan sesuai ketentuan,” tegasnya.

Pelatihan tersebut juga dilengkapi dengan pre-test, post-test, dan kuis interaktif sebagai evaluasi pemahaman peserta. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan briefing tindak lanjut dan persiapan pelatihan keamanan pangan bagi Narapidana.

Melalui kegiatan tersebut, Lapas Wahai diharapkan meningkatkan kapasitas petugas dalam pengelolaan keamanan pangan sekaligus mendukung terwujudnya penyelenggaraan makanan yang sehat, aman, dan berkualitas bagi Warga Binaan. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Wahai

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0