Layanan Kesehatan Proaktif Dimulai, Program SAPA-BINA Sasar Seluruh Warga Binaan Lapas Wahai
Wahai, INFO_PAS - Program Sinergi Aksi Pelayanan Aktif bagi Warga Binaan (SAPA-BINA) resmi gelar kegiatan perdananya pada Kamis (25/6). Langkah awal layanan kesehatan proaktif ini langsung menyasar 52 Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan menyeluruh secara gratis. Sebagai tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama antara Lapas Wahai dengan Puskesmas Perawatan Wahai, tim medis dari kedua instansi turun langsung jemput bola ke blok hunian Warga Binaan guna memastikan kondisi fisik seluruh penghuni Lapas dipantau dengan baik.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, mengapresiasi kelancaran aksi perdana ini yang berjalan dengan pendekatan humanis. Ia juga menegaskan program SAPA-BINA ini akan dilaksanakan secara berkala demi mendeteksi dini potensi gangguan kesehatan di kalangan Warga Binaan sehingga penanganan medis dapat dilakukan secepat mungkin tanpa harus menunggu pasien mengeluh sakit.
"Hari ini menjadi tonggak awal komitmen sinergitas kami dalam memberikan hak pelayanan kesehatan prima dan aktif," tutur Tersih.
Pelaksana Teknis Kepala Puskesmas Perawatan Wahai, Sri Diana Makatita, menambahkan pemeriksaan massal hari ini mencakup skrining penyakit menular dan tidak menular, cek tekanan darah, kolesterol, asam urat, gula darah, hingga konsultasi keluhan fisik. "Kami membawa tim lengkap agar pemeriksaan ini berjalan komprehensif. Bagi Warga Binaan yang terindikasi memiliki keluhan atau gejala penyakit tertentu, langsung kami berikan obat-obatan dan vitamin yang dibutuhkan," jelasnya.
Menanggapi layanan proaktif ini, salah satu Warga Binaan lanjut usia berinisial LR sangat terbantu karena petugas medis bersedia mendatangi kamar mereka secara langsung. "Kami merasa sangat diperhatikan. Pelayanannya ramah, penjelasannya mudah dimengerti, dan kami jadi tahu kondisi kesehatan kami saat ini," ungkapnya.
Merespon kegiatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, mengatakan program inovatif seperti SAPA-BINA patut dicontoh dan diimplementasikan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan lainnya di wilayah Maluku sebagai pemenuhan hak asasi manusia di Lapas. "Harapan kami tentunya alur dan mekanisme pelayanan kesehatan ini akan kami standardisasi secara baku dan prosedural untuk digunakan di seluruh UPT Pemasyarakatan Maluku," janjinya.
Kegiatan yang berlangsung selama dua jam itu pun menghasilkan rekomendasi dari pihak Puskesmas untuk jajaran Lapas Wahai agar senantiasa mengoptimalkan sirkulasi udara di dalam kamar. Penggunaan masker juga sangat disarankan bagi Warga Binaan yang bergejala karena beberapa, di antaranya kedapatan mengidap sakit flu dan tidak baik dibiarkan karena kehidupan Lapas identik dengan mudahnya penularan penyakit. (IR)
Kontributor: Lapas Wahai
What's Your Reaction?


