Lewat 'Jawara Beton', Lapas Tangerang Tampilkan Inovasi Pembinaan di HBP Ke-62
Tangerang, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang tampilkan inovasi pembinaan kemandirian melalui program “Jawara Beton” pada ajang nasional peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 Tahun 2026 yang digelar di Kampus Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan, Senin (27/4).
Melalui booth “Jawara Beton”, Lapas Tangerang memamerkan beragam produk beton pracetak hasil karya Warga Binaan, seperti paving block, batako press, roster, kanstin, hingga komponen konstruksi lainnya. Produk tersebut merupakan hasil pembinaan yang mengintegrasikan pelatihan keterampilan dengan praktik kerja secara berkelanjutan.
Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Beni Hidayat, menjelaskan bahwa program ini dirancang secara sistematis dengan melibatkan Warga Binaan dalam seluruh tahapan produksi, mulai dari pencampuran bahan, pencetakan, hingga proses finishing.
“Melalui program ini, Warga Binaan tidak hanya belajar keterampilan, tetapi juga dibentuk kedisiplinan, tanggung jawab, dan etos kerja sebagai bekal saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Selain keterampilan, Warga Binaan yang terlibat juga memperoleh premi serta jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan. Menurut Beni, hal tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan kerja, tetapi juga kesejahteraan.
“Premi yang diterima dapat dimanfaatkan untuk membantu keluarga maupun menjadi tabungan saat mereka bebas nanti,” tambahnya.
Booth “Jawara Beton” turut menarik perhatian pengunjung, terutama melalui tampilan rumah contoh berbasis panel beton Rumah Instan Sehat Aman (Risham) yang tersusun dari berbagai komponen hasil produksi Warga Binaan. Konsep ini menunjukkan bahwa produk yang dihasilkan tidak hanya berdiri sendiri, tetapi juga dapat diaplikasikan dalam konstruksi nyata.
Sejumlah pejabat tinggi turut meninjau langsung booth tersebut, di antaranya pimpinan tinggi madya serta Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, dan Menteri Sosial. Mereka memberikan apresiasi atas inovasi pembinaan yang dinilai produktif dan aplikatif.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menyampaikan bahwa program seperti “Jawara Beton” mencerminkan transformasi Pemasyarakatan yang semakin berorientasi pada hasil.
“Pembinaan seperti ini tidak hanya melatih, tetapi juga menghasilkan. Warga Binaan dilibatkan secara aktif dan memperoleh manfaat ekonomi. Ini adalah wajah Pemasyarakatan yang produktif dan humanis,” ungkapnya.
Senada, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menilai program tersebut sebagai bentuk investasi sosial yang berdampak jangka panjang.
“Pembinaan yang tepat mampu menciptakan nilai ekonomi sekaligus membangun kepercayaan diri Warga Binaan. Dampaknya akan terasa ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Melalui partisipasi dalam HBP ke-62, Lapas Kelas I Tangerang menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pembinaan yang inovatif, produktif, dan berdampak nyata, guna menyiapkan Warga Binaan menjadi pribadi yang mandiri dan siap berkontribusi di tengah masyarakat. (afn)
Kontributor: Humas Lapas I Tangerang
What's Your Reaction?


