LPKA Pangkalpinang Gandeng Densus 88 Edukasi Bahaya Radikalisme pada Anak Binaan
Pangkalpinang, INF_PAS – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Pangkalpinang bekerja sama dengan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri gelar sosialisasi berbangsa dan bernegara bagi Anak Binaan, Selasa (23/06). Kegiatan ini jadi upaya pencegahan dini terhadap penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme di lingkungan pembinaan.
Kegiatan yang berlangsung di Aula LPKA Pangkalpinang ini dibuka oleh Kepala Seksi Pembinaan, Didik Setiawan, yang mewakili Kepala LPKA Pangkalpinang. Ia menegaskan pentingnya penguatan karakter kebangsaan di tengah derasnya arus informasi digital.
“Di tengah derasnya arus informasi saat ini, benteng pemikiran anak-anak harus diperkuat. Kegiatan ini sangat krusial sebagai langkah preventif untuk mencegah berkembangnya paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme di lingkungan LPKA,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan Anak Binaan untuk mengikuti materi dengan sungguh-sungguh serta menanamkan nilai cinta tanah air, nasionalisme, dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Tim Densus 88, Ipda Hariyadi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kelompok rentan radikalisasi saat ini banyak menyasar anak-anak dan remaja melalui media digital.
“Sasaran utama para pelaku teror adalah aparat dan warga sipil. Untuk melancarkan aksinya, mereka mulai merekrut anak-anak dan remaja melalui media sosial dan game online,” ungkapnya.
Sementara itu, anggota tim Densus 88, Romi, menjelaskan bahwa anak dan remaja, termasuk yang berada dalam masa pembinaan, rentan menjadi target doktrinasi kelompok radikal akibat faktor sosial dan lingkungan.
Ia juga menekankan pentingnya literasi digital dan kewaspadaan terhadap komunikasi di ruang daring yang dapat mengarah pada ajakan menyimpang.
Kepala LPKA Pangkalpinang, Simamora, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini penting untuk memperkuat pemahaman Anak Binaan agar tidak mudah terpengaruh paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan.
“Melalui sosialisasi ini, kami berharap Anak-Anak Binaan tidak hanya mengetahui, tetapi juga memahami dan mampu menjadi pribadi yang nasionalis, toleran, serta siap kembali ke masyarakat dengan perilaku yang lebih baik,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, LPKA Pangkalpinang perkuat pembinaan karakter dan wawasan kebangsaan Anak Binaan sebagai langkah preventif terhadap penyebaran paham-paham yang dapat mengganggu persatuan bangsa. (afn)
Kontributor Humas LPKA Pangkalpinang
What's Your Reaction?


