Manfaatkan Lahan Kosong, Warga Binaan Lapas Luwuk Sulap Area Lapas Jadi Kebun Cabai dan Tomat
Luwuk, INFO_PAS - Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk sukses menyulap sudut-sudut lahan kosong di dalam area Lapas menjadi area perkebunan hortikultura produktif. Dengan memanfaatkan media polibag, Warga Binaan membudidayakan tanaman cabai dan tomat sebagai program pembinaan kemandirian sekaligus mendukung ketahanan pangan lokal. Bukan sekadar untuk mengisi waktu luang, tapi mendukung ketahanan pangan sekaligus memberikan bekal keterampilan agribisnis bagi Warga Binaan setelah bebas nanti.
Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun, menyampaikan keterbatasan lahan bukan menjadi penghalang untuk tetap produktif. Metode tanam menggunakan polibag dipilih karena sangat praktis, efisien, dan mudah diterapkan di berbagai kondisi lingkungan.
"Kami memanfaatkan ruang-ruang kosong di lingkungan Lapas. Dengan media polibag, Warga Binaan bisa belajar membudidayakan tanaman hortikultura, seperti cabai dan tomat secara intensif. Hasilnya tentu akan sangat bermanfaat," ujarnya, Kamis (26/6).
Budidaya ini sepenuhnya dikelola oleh Warga Binaan yang telah mendapatkan pelatihan dasar pertanian dari pihak Lapas mulai dari penyiapan media tanam, penyemaian benih, pemupukan, hingga perawatan rutin, seperti penyiraman harian dilakukan dengan antusias. Saat ini, ratusan polibag berisi tanaman cabai dan tomat tampak berjejer rapi di beberapa titik area Lapas, mengubah kesan kaku Lapas menjadi lebih hijau dan asri. Jika berjalan sesuai rencana, komoditas sayuran ini diperkirakan siap panen dalam beberapa bulan ke depan.
Salah seorang Warga Binaan inisial N sangat bersyukur dengan adanya program pembinaan pertanian modern seperti ini. Baginya, aktivitas ini memberikan motivasi baru dan modal keterampilan berharga untuk masa depannya nanti.
"Awalnya saya tidak tahu cara menanam yang benar, tapi di sini diajarkan memanfaatkan polibag. Menyenangkan sekali melihat cabai dan tomat ini tumbuh subur dari hasil rawatan kami sendiri. Inshaallah, modal keterampilan ini mau saya pakai untuk modal usaha berkebun di rumah setelah bebas nanti," ungkap N.
Selain dikonsumsi internal untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas, hasil panen ini nantinya juga dapat dipasarkan ke masyarakat sebagai bukti nyata produktivitas Warga Binaan. Melalui kegiatan ini, Lapas Luwuk berharap masyarakat melihat sisi positif dari proses pembinaan di mana Warga Binaan didorong untuk menjadi pribadi yang lebih kreatif, mandiri, dan siap berkontribusi bagi masyarakat saat kembali ke lingkungan luar kelak. (IR)
Kontributor: Lapas Luwuk
What's Your Reaction?


