Manfaatkan Limbah Buah Pala, Warga Binaan Lapas Bandanaira Olah Jadi Sirup

Manfaatkan Limbah Buah Pala, Warga Binaan Lapas Bandanaira Olah Jadi Sirup

Banda Naira, INFO_PAS - Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira terus kembangkan keterampilan melalui program pembinaan kemandirian. Salah satunya dilakukan dengan memanfaatkan limbah buah pala yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal untuk diolah menjadi sirup pala, Rabu (23/9).

Kegiatan tersebut dibimbing oleh Subseksi Pembinaan bersama peserta magang sebagai bagian dari upaya memberikan keterampilan praktis kepada Warga Binaan agar memiliki bekal produktif setelah kembali ke masyarakat. Selain jadi sarana pembelajaran keterampilan, pengolahan buah pala juga menjadi langkah untuk mengurangi limbah organik di lingkungan sekitar.

Buah pala merupakan salah satu komoditas yang identik dengan wilayah Kepulauan Banda. Namun, bagian buah pala yang tidak dimanfaatkan masih berpotensi menjadi limbah. Melihat kondisi tersebut, Warga Binaan Lapas Bandanaira mengolahnya menjadi sirup pala melalui beberapa tahapan, mulai dari pengumpulan bahan baku, pemilahan, pencucian, pengolahan, hingga pengemasan.

Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk pembinaan yang diarahkan pada pemanfaatan potensi lokal.

“Kami terus mendorong Warga Binaan untuk memiliki keterampilan yang produktif dengan memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekitar. Limbah buah pala yang sebelumnya tidak dimanfaatkan dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi,” ujar Samad.

Menurutnya, keterbatasan konektivitas dan kondisi geografis Kepulauan Banda tidak menjadi penghalang untuk mengembangkan pembinaan kemandirian. Kondisi tersebut justru mendorong Lapas Bandanaira mencari model pembinaan yang adaptif dengan memanfaatkan sumber daya alam lokal.

Sementara itu, salah satu Warga Binaan yang terlibat dalam pengolahan sirup pala, P, mengaku mendapatkan pengalaman baru selama mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai proses pengolahan memberikan pengetahuan bahwa bahan yang sebelumnya dianggap tidak bernilai masih dapat dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki manfaat dan peluang ekonomi.

“Awalnya kami melihat buah pala yang sudah tidak digunakan hanya menjadi limbah. Setelah mengikuti kegiatan ini, kami belajar bahwa bahan tersebut masih bisa dimanfaatkan dan diolah menjadi sirup. Saya senang karena mendapatkan keterampilan baru yang nantinya bisa saya gunakan setelah kembali ke masyarakat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, Lapas Bandanaira dorong Warga Binaan kembangkan keterampilan sekaligus melihat potensi di sekitar secara kreatif dan produktif. Pemanfaatan buah pala jadi sirup diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian dan produk hasil karya Warga Binaan. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Bandanaira

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
1