Modus Lauk Cumi Terbongkar, Petugas Lapas Narkotika Jakarta Gagalkan Penyelundupan 12 Paket Sabu
Jakarta, INFO_PAS – Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Jakarta kembali tunjukkan ketelitian dan kewaspadaan dalam mencegah masuknya narkotika ke lingkungan Lapas. Terbukti, upaya penyelundupan narkotika jenis sabu berhasil digagalkan petugas Lapas Narkotika Jakarta pada Kamis (25/6).
Percobaan penyelundupan tersebut dilakukan pengunjung berinisial K yang hendak membesuk seorang Warga Binaan berinisial MIB. Narkotika jenis sabu disembunyikan dalam barang bawaan berupa makanan, tepatnya lauk pauk cumi yang dibawa saat kunjungan.
Kecurigaan petugas muncul sejak proses pendaftaran kunjungan. Pengunjung tersebut menunjukkan gerak-gerik tidak biasa sehingga petugas melakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap barang bawaan yang dibawa.
Pelaksana Harian Kepala Lapas Narkotika Jakarta, Edi Sigit Budiman, menjelaskan hasil pemeriksaan menemukan sejumlah paket sabu yang disembunyikan dalam makanan. “Sejak awal petugas telah mencermati adanya gerak-gerik mencurigakan dari pengunjung tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan secara teliti, ditemukan 12 paket narkotika jenis sabu yang dibungkus plastik bening dan disembunyikan dalam lauk cumi,” terangnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, diketahui pelaku mengaku menerima imbalan sebesar Rp500.000 untuk membawa dan menyerahkan barang tersebut kepada Warga Binaan yang dituju. Selanjutnya, Lapas Narkotika Jakarta segera berkoordinasi dengan Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur guna proses pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
Keberhasilan penggagalan penyelundupan ini merupakan komitmen Pemasyarakatan dalam memberantas peredaran narkotika di Lapas dan Rutan, sejalan dengan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan Pemasyarakatan yang bersih dari narkoba. “Pemberantasan peredaran narkotika akan terus kami lakukan secara konsisten. Tidak ada celah sedikit pun bagi segala bentuk upaya penyelundupan maupun peredaran narkotika di Lapas dan Rutan,” tegas Edi. (fjr)
What's Your Reaction?


