Optimalkan Program Pembinaan, Lapas Wahai Tata Ulang Wali Pemasyarakatan Usai Mutasi dan Lonjakan Warga Binaan
Wahai, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai ambil langkah cepat dalam mengoptimalkan program pembinaan bagi Warga Binaan melalui penataan ulang Wali Pemasyarakatan. Pada Selasa (23/6), bertempat di Aula Lapas, penyesuaian ini dilakukan sehubungan dengan mutasi salah seorang Wali Pemasyarakatan dan membludaknya jumlah penghuni baru dalam beberapa waktu terakhir.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, dan dihadiri seluruh jajaran petugas yang ditunjuk sebagai Wali Pemasyarakatan. Ia mengatakan Wali Pemasyarakatan mengemban tugas krusial sebagai ujung tombak pembinaan yang bertindak sebagai konselor, pembimbing, sekaligus penghubung utama antara Warga Binaan dan Lapas.
"Perombakan dan pembaruan struktur pendampingan ini sangat penting untuk dilakukan demi menjaga rasio ideal antara pendamping dan Warga Binaan," tegas Tersih.
Ia menekankan jumlah penghuni baru yang terus bertambah menuntut perhatian khusus agar proses reintegrasi sosial dan pembinaan kepribadian tetap berjalan efektif. "Wali Pemasyarakatan yang ditugaskan harus memantau perkembangan perilaku dan pemenuhan hak-hak Warga Binaan secara individual. Tidak boleh ada Warga Binaan yang terabaikan proses pembinaannya," pinta Tersih.
Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty S. Mouw, mengatakan penataan ulang Wali Pemasyarakatan diawali dengan evaluasi formasi lama untuk menilai kinerja tim sebelumnya dan menyesuaikan data penghuni. "Setelah data Warga Binaan baru diperoleh, selanjutnya kami bagi tugas pendampingan secara merata kepada petugas wali yang baru sesuai syarat administratif pengangkatan Wali Pemasyarakatan," jelasnya
Penataan ulang tersebut sekaligus untuk menyusun jadwal program 'Wali Menyapa' yang telah digagas selama ini. Melalui program ini, dipastikan mengoptimalkan frekuensi bimbingan dan konseling personal kepada Warga Binaan sehingga setiap kendala psikologis maupun administratif Warga Binaan dideteksi dan ditangani sejak dini.
Dengan dilakukannya pembaruan ini, Lapas Wahai berharap setiap Warga Binaan tetap mendapatkan hak pendampingan maksimal sehingga tujuan Sistem Pemasyarakatan untuk memanusiakan manusia dapat tercapai dengan baik dan kondusif. (IR)
Kontributor: Lapas Wahai
What's Your Reaction?


