Panen 15 Kg Ubi Jalar, Bukti Keberhasilan Pembinaan Kemandirian di Lapas Narkotika Karang Intan
Karang Intan, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Karang Intan kembali panen ubi jalar sebanyak 15 kilogram hasil program pembinaan kemandirian Warga Binaan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 2, Selasa (30/6). Panen dilaksanakan oleh Warga Binaan yang mengikuti program pembinaan kemandirian di bidang pertanian dengan pendampingan dan pengawasan langsung dari Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja, Muhammad Ridhoni, bersama staf kegiatan kerja.
Panen ubi jalar tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan, hingga masa panen. Kegiatan ini menjadi salah satu implementasi program pembinaan kemandirian yang bertujuan membekali Warga Binaan dengan keterampilan, pengalaman kerja, serta membangun karakter disiplin, tanggung jawab, dan semangat produktivitas.
Ridhoni menyampaikan keberhasilan panen ini merupakan bukti nyata bahwa pembinaan di lingkungan Pemasyarakatan memberikan dampak positif dan membentuk kemandirian Warga Binaan. SAE menjadi media pembelajaran yang efektif dalam mendukung tujuan Sistem Pemasyarakatan, yakni mempersiapkan Warga Binaan agar berintegrasi kembali sebagai pribadi mandiri, produktif, dan bermanfaat bagi masyarakat.
"Panen ubi jalar ini tidak hanya menghasilkan produk pertanian, tetapi juga menghasilkan nilai-nilai positif bagi Warga Binaan. Mereka belajar tentang proses, tanggung jawab, kerja sama, dan pentingnya memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan ketika kembali ke masyarakat. Ini merupakan salah satu bentuk nyata pembinaan kemandirian yang terus kami kembangkan di Lapas Narkotika Karang Intan," terang Ridhoni.
Sementara itu, salah satu Warga Binaan berinisial MA mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya terlibat langsung dalam program pembinaan tersebut. "Kami merasa senang karena belajar banyak melalui kegiatan pertanian ini. Mulai dari menanam, merawat, hingga memanen, semuanya memberikan pengalaman dan pelajaran yang berharga. Kegiatan ini membuat kami lebih percaya diri dan termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik serta memiliki bekal keterampilan untuk kehidupan setelah bebas nanti," ungkapnya.
Panen ubi jalar di SAE 2 ini menjadi bukti pembinaan di Lapas Narkotika Karang Intan tidak hanya berfokus pada pembinaan kepribadian, tetapi juga pada pengembangan keterampilan dan pemberdayaan Warga Binaan. Melalui program pembinaan kemandirian berkelanjutan, Lapas Narkotika Karang Intan terus berupaya menghadirkan Pemasyarakatan berdampak, humanis, dan produktif sehingga Warga Binaan memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri serta kembali ke masyarakat dengan keterampilan dan harapan baru.
Kontributor: LPN Karang Intan
What's Your Reaction?


