Panen 20 Kilogram Kembang Kol, Lapas Tanjung Asah Keterampilan Pertanian Warga Binaan
Tanjung, INFO_PAS – Sebanyak 20 kilogram kembang kol berhasil dipanen dari lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjung sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan. Panen tersebut melibatkan Kepala Subseksi Kegiatan Kerja (Kasubsi Giatja), Staf Giatja, peserta magang, serta Warga Binaan Lapas Tanjung, Senin (21/9).
Panen kembang kol bagian dari pelaksanaan program pembinaan kemandirian yang memberi kesempatan kepada Warga Binaan memperoleh pengalaman praktis di bidang pertanian. Keterlibatan langsung sejak proses perawatan hingga pemanenan diharapkan dapat mengembangkan keterampilan yang menjadi bekal setelah menyelesaikan masa pidana.
Kasubsi Giatja Lapas Tanjung, Hairuddin, menyampaikan bahwa hasil panen merupakan salah satu indikator pelaksanaan pembinaan kemandirian yang dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, kegiatan pertanian di SAE tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga pembentukan keterampilan, kedisiplinan, dan tanggung jawab Warga Binaan.
“Panen 20 kilogram kembang kol ini merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten. Kami berharap Warga Binaan dapat terus belajar, memahami proses budidaya dengan baik, serta memiliki keterampilan yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Hairuddin.
Dalam pelaksanaannya, Warga Binaan turut berperan dalam berbagai tahapan budi daya, mulai dari pemeliharaan tanaman, perawatan lahan, hingga pemanenan. Pendampingan Staf Giatja dan keterlibatan peserta magang turut mendukung proses pembelajaran agar kegiatan pertanian berjalan secara terarah.
Salah seorang Warga Binaan, Idh, mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam kegiatan pertanian memberikan pengalaman baru sekaligus menambah pengetahuan tentang perawatan tanaman hingga menghasilkan panen. Ia juga mengapresiasi kesempatan untuk belajar dan bekerja secara langsung di lahan SAE.
“Di sini kami bisa belajar langsung bagaimana merawat tanaman sampai bisa dipanen. Selain mendapatkan pengalaman, kegiatan seperti ini mengajarkan kami pentingnya ketekunan, kesabaran, dan kerja sama dalam menghasilkan sesuatu,” ungkap Idh.
Lapas Tanjung berharap keterampilan pertanian yang diperoleh Warga Binaan dapat jadi bekal untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke masyarakat. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Tanjung
What's Your Reaction?


