Panen 2,5 Ton Semangka, Lapas Atambua Buktikan Keberhasilan Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

Panen 2,5 Ton Semangka, Lapas Atambua Buktikan Keberhasilan Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

Atambua, INFO_PAS – Sebanyak 2,5 ton semangka segar berhasil dipanen dari area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua, Senin (28/9). Capaian melimpah ini menegaskan komitmen berkelanjutan Lapas Atambua dalam membekali Warga Binaan dengan keterampilan agrobisnis produktif dan bernilai ekonomis.

Dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Atambua, Antonio Da Costa, panen raya ini turut dihadiri jajaran struktural dan delapan Warga Binaan yang menjadi aktor utama di balik kesuksesan lahan SAE. Prosesi pemetikan semangka berlangsung penuh khidmat dan keakraban, mencerminkan sinergi positif antara petugas dan Warga Binaan atas keberhasilan pembinaan pertanian tersebut.

Antonio menegaskan pencapaian ini menjadi tolok ukur keberhasilan program pembinaan dan rehabilitasi di lingkungan Pemasyarakatan. "Capaian panen raya sebanyak 2,5 ton ini menguji sekaligus membuktikan efektivitas program pembinaan kemandirian kami. Kami berkomitmen mencetak Warga Binaan yang produktif melalui komoditas pertanian bernilai ekonomis tinggi. Keterampilan agrobisnis ini kami harapkan menjadi bekal nyata agar mereka siap kembali berintegrasi secara mandiri di tengah masyarakat," tegasnya,

Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Andra Sukabir, menambahkan proses budidaya semangka di atas lahan SAE seluas 1.500 m² tersebut telah dimulai sejak 15 Juli 2026 dengan pendampingan ketat dari petugas dan teknik perawatan yang terukur menjadi kunci sukses tercapainya target panen 2,5 ton. “Seluruh hasil panen dipasarkan di Showroom Lapas Atambua seharga Rp20.000,- hingga Rp50.000,- per buah, sekaligus menjadi sumber penerimaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP),” terangnya.

Rasa bangga juga dirasakan Warga Binaan yang terlibat langsung dalam pengelolaan lahan dari awal hingga panen raya. "Di SAE Lapas Atambua, kami tak sekadar mengisi waktu, tetapi dibekali ilmu bercocok tanam yang berguna untuk modal mencari nafkah halal setelah bebas nanti," tutur Yulianus Manek, salah satu perwakilan Warga Binaan.

Capaian positif ini dipastikan akan berlanjut pada siklus tanam mendatang di lahan SAE Lapas Atambua. Pihak Lapas berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian Warga Binaan dan mengoptimalkan PNBP. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Atambua

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0