Panen 26 Kilogram Lele, Bukti Produktivitas Warga Binaan Lapas Kotabaru

Panen 26 Kilogram Lele, Bukti Produktivitas Warga Binaan Lapas Kotabaru

Kotabaru, INFO_PAS – Kerja keras Warga Binaan dalam mengikuti program pembinaan kemandirian kembali membuahkan hasil. Terbukti, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru panen ikan lele dari kolam Sarana Asimilasi dan Edukasi mencapai 26 kilogram, Rabu (23/9).

Kegiatan panen dilakukan oleh Warga Binaan dengan didampingi petugas. Proses panen berlangsung bertahap dengan mengangkat ikan dari kolam, kemudian melakukan penyortiran dan penimbangan hasil panen. 

Kepala Lapas Kotabaru, Imam Sapto Riadi, menyampaikan hasil panen tersebut menjadi salah satu gambaran dari pelaksanaan pembinaan kemandirian berkelanjutan di Lapas. Budidaya lele tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan produk, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi Warga Binaan untuk memperoleh keterampilan praktis

“Panen 26 kilogram lele ini merupakan hasil dari proses yang dilakukan bertahap dan membutuhkan ketekunan. Mulai dari menjaga kebersihan kolam, pemberian pakan, hingga pemantauan pertumbuhan ikan dilakukan dengan melibatkan Warga Binaan,” ujar Imam.

Sementara itu, salah seorang Warga Binaan berinisial D mengungkapkan rasa senangnya setelah mengikuti proses budidaya hingga panen. Panen 26 kilogram lele memberikan kepuasan tersendiri karena merupakan hasil dari perawatan yang dilakukan bersama-sama.

“Kami dari awal ikut merawat, memberi pakan, menjaga kebersihan kolam, hingga akhirnya hari ini bisa panen. Jadi, ada rasa puas karena melihat hasil dari apa yang kami kerjakan,” ungkap D.

Panen 26 kilogram lele tersebut menjadi salah satu hasil nyata dari kegiatan pembinaan kemandirian di Lapas Kotabaru. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan Warga Binaan dapat terlibat dalam aktivitas produktif yang memberikan pengalaman dan keterampilan.

Melalui budidaya seperti ini, Warga Binaan diharapkan tidak hanya mendapatkan pengalaman selama menjalani masa pembinaan, tetapi juga memiliki keterampilan yang dikembangkan sebagai bekal untuk menjalani kehidupan secara mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Kotabaru

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0