Panen 29 Kg Sawi, Lahan SAE Lapas Tual Makin Produktif
Langgur, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual panen 29 kilogram sawi dari lahan pertanian Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) bersama Warga Binaan, Jumat (25/9). Kegiatan tersebut bagian dari pembinaan kemandirian sekaligus implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) di bidang ketahanan pangan.
Pemanfaatan lahan pertanian di SAE salah satu cara Lapas Tual kembangkan kegiatan bercocok tanam bersama Warga Binaan. Selain hasilkan bahan pangan, kegiatan ini beri kesempatan kepada Warga Binaan untuk mempraktikkan keterampilan pertanian secara langsung.
Kepala Lapas Tual, Nurchalis Nur, menyampaikan bahwa hasil panen tersebut menunjukkan potensi Warga Binaan dalam mengelola lahan pertanian.
“Panen 29 kg sawi ini adalah langkah nyata kami dalam memperkuat ketersediaan stok pangan lokal. Kami ingin membuktikan bahwa di balik jeruji besi, Warga Binaan memiliki potensi besar untuk bertani dan memberikan kontribusi yang positif, minimal untuk pemenuhan kebutuhan pangan internal kami sendiri,” ujar Nurchalis.
Hasil panen akan dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur Lapas, sedangkan sebagian lainnya akan dipasarkan kepada masyarakat sekitar. Hasil penjualan tersebut menjadi bagian dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Kepala Subseksi Kegiatan Kerja Lapas Tual, L. Laitera, menjelaskan bahwa sawi dipilih karena memiliki masa tanam relatif singkat dan perawatannya cukup terukur. Ia mengatakan pendampingan diberikan agar Warga Binaan menguasai teknik pertanian yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.
“Kami dari subseksi kegiatan kerja secara intensif mendampingi Warga Binaan agar mereka bisa menguasai teknik pertanian berkelanjutan. Selain menghasilkan sayuran berkualitas, pelatihan ini bertujuan membekali mereka dengan keterampilan nyata. Ketika mereka bebas nanti, keahlian ini diharapkan bisa menjadi modal penting untuk hidup mandiri di tengah masyarakat,” pungkas L. Laitera.
Lapas Tual akan terus kembangkan pemanfaatan lahan SAE sebagai sarana pembinaan kemandirian. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menghasilkan bahan pangan sekaligus membekali Warga Binaan dengan keterampilan pertanian yang bermanfaat setelah kembali ke masyarakat. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Tual
What's Your Reaction?


