Panen Perdana Budi Daya Ayam Petelur, Warga Binaan Lapas Kotabaru Hasilkan 29 Butir Telur
Kotabaru, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru terus dorong peningkatan keterampilan Warga Binaan melalui berbagai kegiatan pembinaan kemandirian. Salah satunya melalui budi daya ayam petelur yang dirawat dan dikelola Warga Binaan sebagai bagian dari pembinaan produktif, Rabu (30/9).
Pada kegiatan tersebut, Warga Binaan panen telur dari ayam petelur yang telah dipelihara secara rutin. Sebanyak 29 butir telur berhasil dikumpulkan pada panen kali ini. Proses panen dilakukan dengan memperhatikan kebersihan dan kondisi kandang agar pemeliharaan dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan.
Selain menghasilkan telur, kegiatan peternakan ayam petelur jadi sarana bagi Warga Binaan untuk belajar langsung mengenai tata cara pemeliharaan ternak, mulai dari pemberian pakan, menjaga kebersihan kandang, memantau kondisi ayam, hingga mengumpulkan telur secara teratur. Kegiatan tersebut juga melatih kedisiplinan dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.
Pembina Kemandirian Lapas Kotabaru, Rangga Yudhanto, mengatakan bahwa kegiatan budi daya ayam petelur diarahkan untuk memberikan pengalaman dan keterampilan praktis kepada Warga Binaan. Menurutnya, hasil panen yang diperoleh menjadi salah satu indikator bahwa kegiatan pembinaan kemandirian berjalan secara produktif.
“Kami terus memberikan pendampingan agar mereka semakin memahami proses pemeliharaan ayam petelur serta mampu menjaga kualitas dan keberlanjutan kegiatan ini,” ujar Rangga.
Sementara itu, Warga Binaan O mengungkapkan bahwa kegiatan merawat ayam petelur memberikan pengalaman baru baginya. Ia senang dapat terlibat langsung dalam proses pemeliharaan hingga panen dan berharap keterampilan tersebut dapat terus dikembangkan.
“Saya senang bisa ikut merawat ayam petelur sampai menghasilkan telur. Dari kegiatan ini saya belajar untuk lebih disiplin, teliti, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas. Semoga keterampilan yang didapat bisa menjadi bekal ketika nanti kembali ke masyarakat,” ungkap O.
Hasil panen yang diperoleh tidak hanya menjadi capaian kegiatan, tetapi juga bagian dari proses pembentukan sikap disiplin, tanggung jawab, dan keterampilan sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Kotabaru
What's Your Reaction?


