Pendidikan Kesetaraan Jadi Jalan Warga Binaan Lapas Banjarmasin Tingkatkan Pengetahuan

Pendidikan Kesetaraan Jadi Jalan Warga Binaan Lapas Banjarmasin Tingkatkan Pengetahuan

Banjarmasin, INFO_PAS – Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin ikuti pembelajaran Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C bersama PKBM Azzahra, Sabtu (3/10). Dalam satu rangkaian pembelajaran, Warga Binaan mempelajari seni madihin, bilangan berpangkat, hingga perubahan sosial sesuai jenjang pendidikan yang diikuti.

Pada jenjang Paket A, pembelajaran Seni Budaya dipandu tutor Rachmi Utari dengan materi seni madihin. Warga Binaan diperkenalkan dengan unsur-unsur madihin, meliputi pemadihinan, tutur atau syair, musing penggiring, dan pantun.

Sementara itu, peserta Paket B mengikuti pembelajaran Matematika bersama tutor Norifansyah dengan materi bilangan berpangkat. Materi disampaikan secara bertahap untuk membantu Warga Binaan memahami konsep serta penerapannya dalam pembelajaran.

Adapun Warga Binaan peserta Paket C mengikuti pembelajaran Sosiologi bersama tutor Hujaimah dengan materi perubahan sosial. Pembelajaran membahas proses perubahan dalam kehidupan masyarakat dari kondisi sederhana menuju keadaan yang lebih kompleks dan modern, termasuk perubahan pola komunikasi seiring perkembangan teknologi.

Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, mengatakan pendidikan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan karena memberikan bekal pengetahuan sekaligus memperluas wawasan Warga Binaan. “Pendidikan selama masa pembinaan tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga membentuk wawasan dan cara berpikir Warga Binaan. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan menjadi bekal untuk beradaptasi secara positif dan melanjutkan kehidupan setelah kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.

Perwakilan PKBM Azzahra, Rachmi Utari, mengapresiasi antusiasme Warga Binaan dalam mengikuti pembelajaran. “Mereka aktif menyimak materi, mengikuti arahan tutor, dan menunjukkan kemauan untuk terus belajar. Semangat seperti ini sangat positif dalam mendukung keberhasilan pendidikan kesetaraan,” pujinya.

Antusiasme peserta juga terlihat dari keterlibatan Warga Binaan selama mengikuti pembelajaran. Salah seorang Warga Binaan peserta Paket A, RA, memperoleh pengetahuan baru mengenai seni madihin. “Setelah mengikuti pembelajaran ini, saya jadi lebih memahami madihin dan unsur-unsur yang ada di dalamnya. Ternyata banyak hal yang bisa dipelajari dari kesenian daerah,” tuturnya.

Sementara itu, Warga Binaan peserta Paket B, CH, lebih memahami materi bilangan berpangkat setelah mendapatkan penjelasan secara bertahap. “Penjelasan yang diberikan membuat saya lebih memahami cara menghitung bilangan berpangkat. Kalau dijelaskan tahap demi tahap, materi yang awalnya terasa sulit menjadi lebih mudah dipahami,” ungkapnya.

Warga Binaan peserta Paket C, YA, mengatakan pembelajaran Sosiologi memberinya pemahaman mengenai perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. “Dari materi ini saya memahami perubahan bisa dimulai dari sesuatu yang sederhana, kemudian berkembang menjadi lebih kompleks. Contohnya, cara menyampaikan berita. Bila dulu melalui surat atau surat kabar, sekarang bisa melalui media sosial,” akunya.

Melalui  Pendidikan Kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C, Lapas Banjarmasin bersama PKBM Azzahra terus membuka ruang belajar bagi Warga Binaan. Selain memperkuat kemampuan akademik, pembelajaran tersebut menjadi proses pembinaan untuk memperluas wawasan dan mempersiapkan Warga Binaan menghadapi kehidupan setelah kembali ke masyarakat. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Banjarmasin

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0