Pengajian di Rutan Perempuan Surabaya Jadi Momen Refleksi, Warga Binaan Praktik Pemulasaran Jenazah

Pengajian di Rutan Perempuan Surabaya Jadi Momen Refleksi, Warga Binaan Praktik Pemulasaran Jenazah

Sidoarjo, INFO_PAS – Pengajian rutin yang digelar di Masjid Al-Insyirah Rumah Tahanan Negara (Rutan) Perempuan Kelas IIA Surabaya, Rabu (24/6), hadirkan pengalaman berbeda bagi Warga Binaan. Kegiatan yang hadirkan Ustazah Ratna dari Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) Sidoarjo tersebut tidak hanya berisi materi keagamaan, tetapi juga praktik langsung pemulasaran dan salat jenazah.

Materi difokuskan pada tata cara mengurus jenazah sesuai syariat Islam, mulai dari memandikan, mengafani, hingga menyalatkan jenazah. Warga Binaan mengikuti penjelasan dengan serius karena sebagian besar belum pernah mendapatkan pembelajaran praktik secara langsung sebelumnya.

Suasana menjadi lebih interaktif saat sesi praktik dimulai. Ketika pemateri meminta sukarelawan untuk menjadi contoh simulasi pemulasaran jenazah, sejumlah Warga Binaan justru berebut mengangkat tangan. Respons tersebut membuat suasana pengajian menjadi lebih hidup.

Setelah salah satu Warga Binaan dipilih, peserta lain mempraktikkan proses pengafanan hingga salat jenazah sesuai arahan pemateri. Kegiatan kemudian berlangsung lebih khusyuk dan penuh penghayatan.

Ustazah Ratna mengatakan bahwa memahami pemulasaran jenazah merupakan bagian dari ilmu yang penting bagi setiap muslim sekaligus pengingat tentang hakikat kehidupan.

“Ketika kita belajar tentang kematian, sebenarnya kita sedang belajar tentang kehidupan. Kita diingatkan bahwa waktu yang dimiliki terbatas sehingga harus dimanfaatkan untuk melakukan hal-hal yang baik dan bermanfaat,” ujar Ratna.

Staf Pelayanan Tahanan Rutan Perempuan Surabaya, Novita, menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman pembelajaran yang berkesan. Menurutnya, metode praktik membuat materi lebih mudah dipahami dan memberi dampak emosional bagi Warga Binaan.

“Kami melihat Warga Binaan mengikuti kegiatan ini dengan sangat antusias. Ketika materi dipraktikkan secara langsung, pesan yang ingin disampaikan menjadi lebih mudah diterima dan memberikan ruang bagi mereka untuk melakukan refleksi diri,” jelas Novita.

Pengalaman tersebut dirasakan langsung oleh Warga Binaan A yang menjadi objek praktik. Ia mengaku awalnya tidak menyangka akan merasakan pengalaman yang begitu berkesan.

“Awalnya saya santai saja, bahkan masih sempat bercanda. Tapi ketika sudah terbungkus kain kafan dan mendengar teman-teman menyalatkan saya, rasanya seperti sedang melihat diri sendiri di masa depan. Saat itu saya benar-benar tersentuh,” ungkap A.

Melalui kegiatan ini, Warga Binaan tidak hanya memperoleh pengetahuan keagamaan, tetapi juga diajak untuk merefleksikan kehidupan secara lebih mendalam. Rutan Perempuan Surabaya berharap pembinaan spiritual seperti ini dapat terus menjadi sarana pembentukan kesadaran dan perubahan positif bagi Warga Binaan. (afn)

 

Kontributor: Humas Rutan Perempuan Surabaya

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0