Perkuat Akses Digital di Wilayah 3T, Lapas Geser dan Telkom-BAKTI Jalin Sinergi Pemeliharaan Jaringan
Geser, INFO_PAS – Tegaskan komitmen bersama pangkas kesenjangan digital di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser gandeng PT Telkom Indonesia dan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo lakukan pemeliharaan dan optimalisasi jaringan internet berkala di area Lapas Geser, Selasa (6/10).
Sinergi lintas sektor ini dikemas dalam bentuk preventive maintenance (pemeliharaan pencegahan) yang bertujuan mendeteksi potensi gangguan sejak dini. Langkah ini penting untuk menjaga stabilitas administrasi sekaligus menjamin kelancaran pelayanan publik berbasis digital di Lapas Geser.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Subseksi Admisi dan Orientasi Lapas Geser, M. Yusuf Kilkoda, turun langsung berdiskusi dengan tim teknis untuk menyelaraskan penjadwalan serta aspek teknis perawatan infrastruktur.
Yusuf menegaskan bahwa integrasi teknologi yang andal merupakan fondasi efektivitas kerja di Lapas Geser. “Konektivitas internet yang stabil merupakan urat nadi bagi kami dalam menyusun laporan administrasi dan memfasilitasi layanan digital operasional. Kolaborasi pemeliharaan berkala ini memastikan seluruh sistem di Lapas berjalan tanpa hambatan,” ujar Yusuf.
Ia menjelaskan, Lapas Geser menerapkan strategi interkoneksi yang saling melengkapi untuk menyiasati tantangan geografis di wilayah 3T. Melalui pengadaan Barang Milik Negara, Lapas Geser telah memasang Starlink untuk mendampingi jaringan utama dari Telkom-BAKTI.
“Kedua jaringan ini bekerja saling melengkapi melalui sistem pembagian beban kerja. Jaringan Telkom-BAKTI kami optimalkan untuk mendukung aplikasi krusial dan sensitif yang membutuhkan latensi stabil, seperti Sistem Database Pemasyarakatan (SDP) terpusat. Sementara itu, Starlink diandalkan untuk menampung aktivitas dengan kebutuhan besar sekaligus berfungsi sebagai koneksi cadangan otomatis. Jadi, jika jaringan utama terkendala cuaca buruk atau gangguan teknis, operasional Lapas tidak akan lumpuh,” terang Yusuf.
Yusuf juga menambahkan bahwa transformasi digital menuntut ketersediaan infrastruktur teknologi yang andal, tidak terkecuali bagi instansi yang berada di pelosok negeri. “Sebagai unit pelaksana teknis di wilayah 3T, Lapas Geser kini sangat bergantung pada jaringan internet untuk menjalankan program pelayanan berbasis digital. Di sinilah pentingnya kolaborasi strategis yang solutif dan berdampak nyata antara Telkom selaku penyedia infrastruktur utama, dan BAKTI sebagai penggerak pemerataan digital,” terangnya.

Sementara itu, perwakilan teknisi Telkom, Yudha Bukhari, menjelaskan bahwa pemeriksaan komprehensif mencakup pengujian perangkat vital seperti router, modem, dan stabilisator daya.
“Kegiatan preventive maintenance ini kami laksanakan secara berkala tanpa mengenakan biaya tambahan kepada pihak penerima manfaat. Ini adalah wujud pelayanan berkesinambungan kami. Jika terjadi kendala teknis atau penurunan kualitas sinyal di kemudian hari, tim respons cepat kami siap melakukan penanganan darurat,” tegas Yudha Bukhari.
Secara terpisah, Kepala Lapas Geser, Nober Hasanda, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin. Ia menilai langkah bersama ini jadi bukti bahwa keterbatasan geografis bukan halangan untuk menghadirkan pelayanan publik yang prima.
“Sinergi segitiga antara Lapas Geser, Telkom, dan BAKTI ini adalah manifestasi nyata dari kepedulian negara terhadap pelayanan publik di daerah terpencil. Dengan dukungan jaringan internet yang andal, optimalisasi Sistem Database Pemasyarakatan (SDP) serta implementasi aplikasi online lainnya dapat terwujud secara transparan, modern, dan akuntabel,” pungkas Nober.
Melalui kolaborasi tersebut, Lapas Geser optimistis dapat terus menekan disparitas digital sekaligus mewujudkan sistem Pemasyarakatan yang modern, adaptif, dan inklusif. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Geser
What's Your Reaction?


