Perkuat Budi Daya Ayam Pedaging, Lapas Amuntai Tambah 100 DOC
Amuntai, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Amuntai terus kembangkan program pembinaan kemandirian di bidang peternakan. Sebagai bagian dari keberlanjutan program tersebut, Lapas Amuntai kembali datangkan 100 ekor Day Old Chick (DOC) ayam pedaging, Rabu (30/9).
Kedatangan DOC tersebut jadi awal siklus baru budi daya ayam pedaging yang dikelola melalui kegiatan pembinaan kemandirian Warga Binaan. Sebelum ditempatkan, kandang telah dipersiapkan untuk mendukung proses adaptasi dan pertumbuhan ayam, mulai dari kebersihan lingkungan, alas kandang, ketersediaan pakan dan air minum, hingga pemantauan kondisi ternak.
Kepala Lapas (Kalapas) Amuntai, Gusti Iskandarsyah, mengatakan pengembangan peternakan ayam pedaging tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga jadi media pembelajaran bagi Warga Binaan untuk memperoleh keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.
“Kedatangan 100 ekor DOC ini merupakan bentuk keberlanjutan program peternakan yang kami kembangkan. Warga Binaan dilibatkan dalam proses pemeliharaan sehingga mereka belajar mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, serta teknik dasar budi daya ayam pedaging,” ujar Gusti.
Dalam proses pemeliharaan, Warga Binaan diarahkan untuk terlibat mulai dari pemberian pakan dan minum, menjaga kebersihan kandang, hingga memantau perkembangan ternak. Pendampingan dilakukan agar kegiatan peternakan berjalan terarah sekaligus memberikan pengalaman praktik secara langsung.
Salah seorang Warga Binaan, Alpi, mengaku senang mendapat kesempatan untuk belajar langsung mengenai pemeliharaan ayam pedaging.
“Saya senang bisa ikut merawat ayam di sini. Dari kegiatan ini saya belajar bagaimana menjaga kebersihan kandang, memberi pakan dan minum dengan teratur, serta memperhatikan perkembangan ayam. Mudah-mudahan ilmu dan pengalaman ini bisa menjadi bekal saya untuk beternak sendiri setelah kembali ke masyarakat,” ungkap Alpi.
Kalapas menambahkan, keberlanjutan jadi salah satu hal penting dalam pelaksanaan pembinaan kemandirian. Program yang dilaksanakan secara konsisten diharapkan mampu meningkatkan keterampilan sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab dan semangat produktif pada Warga Binaan.
“Kami berharap mereka tidak sekadar mengikuti kegiatan, tetapi benar-benar memahami proses budi dayanya. Keterampilan ini dapat menjadi salah satu bekal untuk membuka peluang usaha maupun bekerja secara mandiri setelah selesai menjalani masa pembinaan,” tambah Gusti.
Melalui pengembangan peternakan ayam pedaging secara berkelanjutan, Lapas Amuntai hadirkan pembinaan yang produktif, aplikatif, dan bernilai ekonomi, sekaligus membekali Warga Binaan dengan keterampilan nyata untuk mendukung proses reintegrasi sosial dan kehidupan yang lebih mandiri. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Amuntai
What's Your Reaction?


