Perkuat Pembinaan Kepribadian, Lapas Tolitoli Gelar Tausiyah Keagamaan
Tolitoli, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli terus perkuat pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan sebagai bagian dari proses Pemasyarakatan. Salah satunya melalui kegiatan tausiyah keagamaan yang berlangsung di Masjid Darul Hisab Lapas Tolitoli, Selasa (22/9).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA tersebut diikuti Warga Binaan beragama Islam dan jajaran pegawai Lapas Tolitoli. Hadir pula Kepala Lapas Tolitoli, Mansur Yunus Gafur, serta Penyuluh Agama dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tolitoli.
Dalam kegiatan tersebut, Ustaz Muhammad Alfian dari Pondok Pesantren Hidayatullah Tolitoli hadir sebagai pemberi tausiyah dengan tema “Belajar Al-Qur’an dan Mengamalkannya dalam Kehidupan Sehari-Hari.”
Dalam tausiyahnya, Ustaz Muhammad Alfian mengajak Warga Binaan tidak hanya menjadikan Al-Qur’an sebagai bacaan, tetapi juga mempelajari, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Menurutnya, belajar Al-Qur’an hendaknya dilanjutkan dengan menerapkan ajarannya melalui sikap dan perilaku sehari-hari.
Warga Binaan juga diajak membiasakan diri membaca dan mempelajari Al-Qur’an, meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki akhlak, serta menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam sikap, perkataan, dan perbuatan.
Kepala Lapas Tolitoli menyampaikan bahwa pembinaan kepribadian melalui kegiatan keagamaan merupakan bagian penting dalam membentuk perubahan positif pada diri Warga Binaan.
“Pembinaan kepribadian tidak hanya bertujuan memberikan kegiatan selama Warga Binaan menjalani masa pidana, tetapi juga menjadi proses untuk membentuk kesadaran, memperbaiki perilaku, dan mempersiapkan mereka agar dapat kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik,” ujar Mansur.
Ia juga tekankan pentingnya menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk introspeksi dan memperbaiki diri. Nilai-nilai keagamaan diharapkan dapat menjadi landasan bagi Warga Binaan membangun kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.
Sementara itu, Penyuluh Agama Kantor Kemenag Tolitoli, Ustaz Solehan mengapresiasi pelaksanaan pembinaan keagamaan yang diberikan kepada Warga Binaan.
“Pembinaan keagamaan seperti ini sangat penting karena memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi menjadi pedoman yang harus dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ustaz Solehan.
Menurutnya, masa menjalani pembinaan di Lapas dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas diri, khususnya dalam aspek spiritual dan akhlak. Dengan pemahaman agama yang baik, Warga Binaan diharapkan memiliki bekal untuk menjalani kehidupan secara positif setelah kembali ke masyarakat.
Kehadiran Penyuluh Agama dari Kantor Kemenag Tolitoli turut mendukung pelaksanaan pembinaan keagamaan di Lapas Tolitoli. Kolaborasi tersebut memberi penguatan pemahaman keagamaan sekaligus mendukung pembentukan mental dan spiritual Warga Binaan.
Melalui pembinaan yang dilakukan secara konsisten, Lapas Tolitoli berharap Warga Binaan dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan, memperbaiki akhlak, serta memiliki bekal moral dan spiritual sebagai persiapan untuk kembali dan berintegrasi di tengah masyarakat. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Tolitoli
What's Your Reaction?


