Produktivitas Terus Bertumbuh, Bebek Petelur Lapas Batulicin Hasilkan 38 Telur Per Hari
Batulicin, INFO_PAS – Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin kembali tunjukkan hasil melalui panen 38 butir telur bebek, Selasa (30/6). Produktivitas tersebut menjadi bukti sektor peternakan yang dikembangkan di Lapas Batulicin terus mengalami perkembangan dan memberikan manfaat nyata bagi proses pembinaan Warga Binaan.
Panen telur bebek dilaksanakan setiap hari dengan rata-rata produksi mencapai 35 butir telur. Produktivitas tersebut telah berlangsung secara konsisten selama kurang lebih dua bulan terakhir dari sekitar 70 ekor bebek petelur yang kini berusia sekitar enam bulan.
Seluruh proses budidaya dikerjakan Warga Binaan dengan pendampingan petugas pembinaan. Kegiatan dimulai dari pemberian pakan setiap hari, menjaga kebersihan kandang, memanen telur, hingga melakukan proses penyortiran dan pengemasan ke dalam rak telur sebelum dimanfaatkan.
Selanjutnya, hasil panen dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan internal Lapas Batulicin sekaligus diolah menjadi produk telur asin sebagai pengembangan program pembinaan kemandirian. Pemanfaatan hasil peternakan tersebut menjadi wujud nyata bahwa pembinaan tidak hanya menghasilkan keterampilan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi keberlangsungan program pembinaan di lingkungan Lapas.
Kepala Subseksi Pembinaan, Harry Indrawan, mengatakan keberhasilan budidaya bebek petelur merupakan hasil dari pembinaan yang dilaksanakan secara konsisten dengan dukungan sarana dan pendampingan berkelanjutan. Pihak Lapas akan terus memfasilitasi Warga Binaan agar mengembangkan keterampilan produktif yang memberikan manfaat nyata.
"Kami terus memastikan kebutuhan budidaya, mulai dari ketersediaan pakan, pemeliharaan kandang, hingga pendampingan teknis berjalan dengan baik. Harapannya, Warga Binaan tidak hanya menghasilkan panen yang optimal, tetapi juga memperoleh pengalaman dan keterampilan yang menjadi bekal untuk membangun kemandirian setelah kembali ke masyarakat," harap Harry.
Warga Binaan berinisial D senang dapat terlibat dalam seluruh proses budidaya hingga panen setiap hari. Baginya, setiap tahapan yang dijalani memberikan pengalaman baru sekaligus mengajarkan arti kerja keras, tanggung jawab, dan keikhlasan dalam menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.
"Kami menjalani setiap proses dengan penuh semangat, mulai dari memberi pakan, membersihkan kandang, hingga memanen dan mengemas telur. Melihat hasil panen setiap hari memberikan kepuasan tersendiri karena kami merasa ikut menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi Lapas sekaligus menjadi pengalaman berharga untuk masa depan," ungkap D.
Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, mengapresiasi perkembangan positif budidaya bebek petelur yang terus menunjukkan peningkatan produktivitas. Keberhasilan tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan sektor peternakan sebagai penguatan pembinaan kemandirian dan program ketahanan pangan di Lapas Batulicin.
"Ke depan, kami berkomitmen untuk terus mengembangkan sektor peternakan di Lapas Batulicin agar menghasilkan manfaat yang lebih besar, baik sebagai sarana pembinaan keterampilan Warga Binaan maupun penguatan program ketahanan pangan yang berkelanjutan," tegas Thoha.
Melalui pengembangan budidaya bebek petelur, Lapas Batulicin terus membuktikan pembinaan kemandirian menghasilkan karya produktif dan bernilai manfaat. Program ini menjadi komitmen menghadirkan pembinaan berkelanjutan, membangun keterampilan, serta menyiapkan Warga Binaan menjadi pribadi yang lebih mandiri, produktif, dan siap kembali ke tengah masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Batulicin
What's Your Reaction?


