Rajut Pengharapan Baru, Warga Binaan Lapas Wahai Dibina Lewat Firman Tuhan
Wahai, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus beri pembinaan kerohanian bagi Warga Binaan. Salah satunya melalui kegiatan ibadah Kristen rutin yang dilaksanakan di Gereja Ebenhaezer Lapas, Kamis (24/9), sebagai sarana bagi Warga Binaan untuk mendalami Firman Tuhan dan membangun pengharapan baru.
Ibadah kali ini dipimpin langsung oleh Petugas Lapas Wahai, Agus Wewra. Dalam renungannya, Agus menyampaikan Firman Tuhan yang diambil dari Alkitab, tepatnya Kitab 1 Yohanes 2:2 yang berbunyi: “Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.”
Dalam khotbahnya, Agus menekankan pentingnya menyadari kasih dan pengampunan Tuhan bagi setiap manusia yang ingin bertobat dan memperbaiki diri.
“Melalui firman hari ini, kita diingatkan bahwa pengampunan Tuhan itu nyata. Jangan berkecil hati atas masa lalu, melainkan jadikan momentum di dalam Lapas ini sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan memperbarui hidup,” ujar Agus Wewra saat menyampaikan perenungan firman.
Sementara itu, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan bahwa pembinaan kerohanian merupakan fondasi penting dalam proses Pemasyarakatan.
“Kegiatan ibadah ini adalah bagian dari program pembinaan kepribadian yang rutin kami laksanakan. Kami berharap melalui penguatan nilai-nilai spiritual ini, para Warga Binaan dapat mengalami perubahan mental dan perilaku yang positif, sehingga kelak siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang baru dan berguna,” ungkap Tersih.
Antusiasme dan rasa syukur juga dirasakan oleh para Warga Binaan yang hadir mengikuti ibadah tersebut. Salah satunya JK, yang mengaku tersentuh dengan pembinaan rohani yang rutin diberikan di dalam Lapas.
“Kami sangat bersyukur dapat terus beribadah bersama di sini. Renungan firman tadi memberikan pengharapan dan kedamaian bagi kami, bahwasanya selalu ada kesempatan kedua bagi siapa saja yang mau bertobat dan hidup benar,” tutur JK.
Suasana ibadah berlangsung dengan damai, tertib, dan kondusif dengan pengawasan petugas Pemasyarakatan. Lapas Wahai berkomitmen terus menghadirkan pembinaan keagamaan untuk membentuk karakter Warga Binaan yang lebih beriman dan bertakwa. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Wahai
What's Your Reaction?


