Rutan Marabahan bersama Kemenag Batola Berikan Pembelajaran Tata Cara Memandikan Jenazah bagi Warga Binaan
Marabahan, INFO_PAS — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Marabahan berikan pembekalan keagamaan kepada Warga Binaan melalui praktik tata cara memandikan jenazah bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Barito Kuala, Kami (24/9). Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al Mujahidin Rutan Marabahan tersebut menjadi upaya memberikan ilmu yang dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Pembina Kepribadian, Syamsuddin, menyampaikan kegiatan keagamaan seperti ini menjadi pembinaan yang memiliki nilai praktik dan manfaat sosial. “Kami melihat pembelajaran yang disertai praktik seperti ini lebih mudah dipahami oleh Warga Binaan. Mereka tidak hanya menerima teori, tetapi juga mendapatkan gambaran langsung mengenai bagaimana pelaksanaannya sesuai dengan tuntunan agama,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, pembelajaran disampaikan melalui metode teori dan praktik. Warga Binaan diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengurusan jenazah dalam Islam yang termasuk dalam fardhu kifayah. Dalam praktiknya, peserta dikenalkan dengan tahapan umum memandikan jenazah, mulai dari mempersiapkan perlengkapan, menjaga kehormatan jenazah, membersihkan tubuh jenazah sesuai ketentuan, hingga memastikan proses dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan sesuai tuntunan agama.
Pihak Kemenag Kabupaten Barito Kuala, Syarkawi, menjelaskan memandikan jenazah merupakan salah satu bentuk kewajiban dalam pengurusan jenazah yang perlu dipahami oleh umat Islam. Adapun praktik langsung diberikan agar peserta lebih mudah memahami tahapan yang harus dilakukan dengan benar.
“Pengurusan jenazah merupakan ilmu yang penting untuk dipelajari karena berkaitan dengan kewajiban umat Islam. Dalam praktik hari ini, kami menjelaskan tahapan memandikan jenazah, mulai dari persiapan, tata cara membersihkan, hingga hal-hal yang perlu diperhatikan agar prosesnya dilakukan sesuai dengan tuntunan syariat,” jelas Syarkawi.
Salah seorang Warga Binaan berinisial A menilai praktik langsung yang diberikan membuat dirinya lebih memahami ilmu pengurusan jenazah yang sebelumnya belum banyak diketahui. “Melalui praktik ini saya menjadi lebih memahami tahapan-tahapan memandikan jenazah yang sesuai dengan syariat. Ilmu seperti ini sangat bermanfaat karena dapat digunakan untuk membantu keluarga maupun masyarakat ketika dibutuhkan,” tuturnya.
Terpisah, Kepala Rutan Marabahan, Moch. Yudha Triwangga, menyampaikan pemberian ilmu dan keterampilan keagamaan menjadi bekal bermanfaat selama menjalani pembinaan maupun setelah kembali ke lingkungan masyarakat. “Kami ingin pembinaan yang diberikan kepada Warga Binaan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk nilai dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan. Melalui kerja sama dengan Kemenag Kabupaten Batola, kami terus menghadirkan kegiatan yang dapat memperkuat pemahaman agama serta memberikan bekal positif bagi mereka,” ungkapnya.
Pembelajaran tata cara memandikan jenazah diharapkan menambah wawasan keagamaan Warga Binaan sekaligus menjadi bekal keterampilan sosial yang bermanfaat. (IR)
Kontributor: Rutan Marabahan
What's Your Reaction?


