Sejumlah Lapas Kedatangan Tim Kanwil Ditjenpas Jatim, Pantau Pembinaan dan Pelayanan Warga Binaan

Sejumlah Lapas Kedatangan Tim Kanwil Ditjenpas Jatim, Pantau Pembinaan dan Pelayanan Warga Binaan

Madiun, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun kembali tunjukkan komitmennya dalam menjaga integritas dan kualitas pelayanan. Tanpa pemberitahuan sebelumnya, Lapas Pemuda Madiun mendapat inspeksi mendadak (sidak) dari jajaran Kantor Wilayah Direktorat (Kanwil) Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur, Senin (5/10).

Sidak dipimpin oleh Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, M. Ulin Nuha, bersama dua petugas Kanwil Ditjenpas Jawa Timur. Bersama Kepala Lapas (Kalapas) Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, rombongan menyusuri sejumlah area Lapas, termasuk blok hunian Warga Binaan, untuk melihat secara langsung kondisi dan aktivitas di Lapas.

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada kondisi fisik blok hunian. Tim Kanwil juga berdialog langsung dengan sejumlah Warga Binaan untuk menggali informasi mengenai pelayanan yang mereka terima selama menjalani masa pembinaan di Lapas Pemuda Madiun.

Sejumlah Warga Binaan menyampaikan pengalaman mereka secara langsung kepada tim. Tim juga menanyakan secara terbuka terkait kemungkinan adanya pungutan maupun penyimpangan dalam proses pelayanan, termasuk pengurusan hak Integrasi Warga Binaan.

Hasilnya, tidak ditemukan adanya pelanggaran maupun penyimpangan dalam pelayanan di Lapas Pemuda Madiun. Seluruh layanan dipastikan gratis, termasuk pengurusan hak Integrasi. Tim juga tidak menemukan adanya sel atau kamar mewah selama pemeriksaan berlangsung.

Rudi menyambut baik pelaksanaan sidak tersebut. Menurutnya, pengawasan mendadak justru menjadi bagian penting dalam menjaga konsistensi jajaran dalam memberikan pelayanan yang transparan dan berintegritas.

“Bagi kami, pengawasan seperti ini menjadi kontrol sekaligus motivasi untuk terus menjaga integritas. Seluruh pelayanan kepada Warga Binaan harus berjalan sesuai ketentuan, tanpa pungutan, dan tanpa penyimpangan. Hak-hak Warga Binaan juga harus diberikan secara profesional dan transparan,” tegas Rudi.

Rudi menambahkan dirinya secara konsisten mengingatkan seluruh jajaran agar tidak memberikan ruang terhadap segala bentuk penyimpangan. Integritas harus diwujudkan melalui pelaksanaan tugas sehari-hari, mulai dari pelayanan hingga pembinaan dan pengamanan.

“Jangan hanya bekerja baik ketika ada pengawasan. Saya ingin seluruh jajaran bekerja dengan standar yang sama setiap hari karena integritas itu harus menjadi budaya kerja. Tidak boleh ada pungutan, tidak boleh ada penyimpangan, dan tidak boleh ada perlakuan yang tidak sesuai aturan,” tambah Rudi.

Mewakili Kanwil Ditjenpas Jawa Timur, M. Ulin Nuha menyampaikan hasil tersebut menjadi gambaran kondisi pelayanan yang berjalan di Lapas Pemuda Madiun. “Dari hasil sidak yang kami lakukan, tidak ditemukan pelanggaran ataupun penyimpangan. Seluruh layanan yang ada di Lapas Pemuda Madiun gratis, termasuk pengurusan Integrasi. Kami juga tidak menemukan adanya sel atau kamar mewah dalam pemeriksaan kali ini,” jelasnya.

Hasil pemeriksaan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa pelaksanaan pelayanan dan pembinaan di Lapas Pemuda Madiun berjalan sesuai ketentuan. Pengawasan langsung ke blok hunian juga memastikan kondisi riil di lapangan dapat dilihat secara objektif dan dibandingkan dengan pelaksanaan tugas yang selama ini berjalan.

Selanjutnya, sidak menyasar Lapas Kelas I Madiun sebagai upaya pengawasan sekaligus deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) di lingkungan Lapas. Tim melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kamar hunian, lingkungan blok, serta barang dan perlengkapan di area hunian secara menyeluruh, cermat, dan profesional dengan tetap mengedepankan ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Kepala Bidang (Kabid) Kamtib Lapas Kelas I Madiun, Sukamto, menyampaikan sidak merupakan salah satu bentuk pengawasan serta deteksi dini yang perlu dilakukan secara konsisten dan tidak terjadwal. Menurutnya, pemeriksaan mendadak menjadi langkah preventif untuk memastikan kondisi keamanan tetap terkendali sekaligus mengantisipasi potensi gangguan.

“Sidak ini merupakan langkah deteksi dini sekaligus bentuk komitmen kami untuk memastikan kamtib tetap terjaga. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dan profesional sehingga setiap potensi gangguan segera diantisipasi,” ujar Sukamto.

Sementara itu, M. Ulin Nuha menyampaikan sidak menjadi  fungsi pengawasan untuk memastikan pelaksanaan kamtib di satuan kerja berjalan sesuai ketentuan. Pengawasan secara langsung di lapangan juga menjadi sarana untuk melihat kondisi faktual sekaligus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pengamanan.

“Kami ingin memastikan kondisi kamtib di Lapas tetap terjaga sekaligus melihat secara langsung pelaksanaan pengamanan di lapangan. Setiap temuan tentunya menjadi bahan evaluasi untuk dilakukan perbaikan dan penguatan ke depan,” ujar Ulin.

Melalui kegiatan tersebut, Lapas Madiun terus perkuat koordinasi dan sinergi pengawasan bersama jajaran Kanwil Ditjenpas Jawa Timur. Pengawasan secara berkala dan pelaksanaan sidak secara tidak terjadwal diharapkan menjaga stabilitas keamanan serta menciptakan lingkungan Lapas yang aman dan kondusif sehingga seluruh proses pembinaan Warga Binaan berjalan secara optimal.

Di tempat berbeda, Lapas Kelas IIB Mojokerto juga menerima kunjungan dari Kanwil Ditjenpas Jawa Timur untuk memastikan pelaksanaan tugas, pelayanan, dan pembinaan berjalan sesuai ketentuan. Kegiatan tersebut dipimpin Alzuarman selaku  Kabid Pelayanan dan Pembinaan, didampingi Teguh Pamuji yang kini mengemban tugas sebagai Pembina Keamanan Pemasyarakatan Ahli Madya.

Kalapas Mojokerto, Arifin Akhmad, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Menurutnya, pengawasan dan evaluasi dari jajaran Kanwil Ditjenpas Jawa Timur menjadi masukan penting bagi Lapas Mojokerto untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, pembinaan, serta pengamanan.

“Kami siap menindaklanjuti setiap arahan dan masukan yang diberikan. Pengawasan seperti ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus menjaga profesionalitas dan memastikan seluruh pelayanan kepada Warga Binaan berjalan sesuai standar,” tegas Arifin.

Dalam kunjungan tersebut, tim dari Kanwil Ditjenpas Jawa Timur melakukan peninjauan secara langsung ke sejumlah area layanan dan pembinaan, mulai dari blok hunian Narapidana dan Tahanan, blok perempuan, area bengkel kerja, dapur, hingga Sarana Asimilasi dan Edukasi. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung pelaksanaan pelayanan serta memastikan kegiatan pembinaan dan pemenuhan hak Warga Binaan berjalan sesuai standar operasional yang berlaku.

Alzuarman menyampaikan kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan setiap satuan kerja melaksanakan tugas secara profesional sekaligus melakukan deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan kamtib. “Kami ingin memastikan pelayanan kepada Warga Binaan, termasuk pemenuhan hak-haknya, berjalan sesuai ketentuan. Pengawasan secara langsung juga penting untuk mengetahui kondisi di lapangan sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperbaiki,” ujarnya.

Selain meninjau sarana dan prasarana, Alzuarman juga turun langsung ke kamar hunian serta berdialog dengan Warga Binaan untuk mendengarkan kondisi dan kebutuhan mereka. Kegiatan tersebut menjadi upaya pengawasan pelayanan secara langsung agar informasi yang diterima tidak hanya berasal dari laporan, tetapi juga berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

Kegiatan tersebut menjadi pengawasan langsung Kanwil Ditjenpas Jawa Timur sekaligus momentum bagi jajaran Pemasyarakatan Jawa Timur untuk terus mempertahankan tata kelola yang bersih, transparan dan berintegritas. Ini menegaskan komitmen Pemasyarakatan untuk terus memberikan pelayanan terbaik sekaligus menjaga kamtib dan marwah institusi Pemasyarakatan. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Pemuda Madiun, Lapas Madiun, Lapas Mojokerto

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0