Senin Sharing Jadi Wadah Presentasi, Warga Binaan Lapas Batulicin Paparkan Hasil Pembinaan Kemandirian
Batulicin, INFO PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin gelar Senin Sharing sebagai wadah bagi Warga Binaan untuk mempresentasikan hasil pembinaan kemandirian yang mereka jalankan, Senin (5/10). Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk melatih keberanian berbicara sekaligus menyampaikan perkembangan pekerjaan yang dilakukan selama satu pekan terakhir.
Kegiatan berlangsung di area BLK Lapas Batulicin dengan melibatkan sedikitnya 50 Warga Binaan dari berbagai pembinaan kemandirian. Mereka berasal dari bidang bengkel, hidroponik, mebel, perkebunan, peternakan, perikanan, elektronik, dan sejumlah kegiatan kemandirian lainnya.
Setiap perwakilan secara bergantian mempresentasikan hasil kerja dan capaian pembinaan kemandirian yang telah dilaksanakan selama sepekan. Pada kesempatan tersebut, giliran unit peternakan menyampaikan perkembangan pengelolaan ayam petelur dan bebek petelur, termasuk hasil produksi telur dan tanggung jawab pemberian pakan.
Dalam paparannya, perwakilan unit peternakan menjelaskan produksi telur menjadi salah satu capaian yang terus dipantau bersama dengan pengelolaan pakan. Pekan ini, produksi telur ayam rata-rata mencapai 300 butir per hari, sedangkan telur bebek mencapai 87 butir per hari secara rutin.
Kepala Subseksi Pembinaan, Harry Indrawan, menjelaskan Senin Sharing dirancang untuk memberikan kesempatan kepada Warga Binaan menyampaikan hasil kerja dari masing-masing pembinaan kemandirian. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya membahas capaian pekerjaan, tetapi juga melatih kemampuan berkomunikasi dan keberanian menyampaikan hasil di hadapan orang lain.
"Senin Sharing menjadi ruang bagi Warga Binaan untuk mempresentasikan hasil kerja dari pembinaan kemandirian yang mereka jalankan. Melalui kegiatan ini, kami ingin kemampuan berbicara, menyampaikan informasi, dan keberanian mereka terus terasah," jelas Harry.
Salah seorang Warga Binaan, Y, tertantang mengikuti kegiatan tersebut karena harus menyampaikan hasil kerja di hadapan Warga Binaan lainnya. Baginya, kesempatan berbicara secara langsung membuat dirinya belajar menyusun informasi dan menyampaikannya dengan lebih percaya diri.
"Awalnya ada rasa gugup ketika harus berbicara di depan banyak orang, tetapi kegiatan ini membuat saya tertantang untuk lebih berani. Kami belajar menyampaikan apa yang sudah dikerjakan sekaligus memahami hasil dari pekerjaan kami sendiri," ungkap Y.
Terpisah, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, mendukung Senin Sharing sebagai pengembangan pembinaan kemandirian yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan teknis. Menurutnya, kemampuan menjelaskan hasil pekerjaan juga menjadi pengalaman penting bagi Warga Binaan dalam membangun kepercayaan diri dan tanggung jawab.
"Pembinaan kemandirian tidak hanya tentang bagaimana Warga Binaan mampu mengerjakan suatu pekerjaan, tetapi juga bagaimana mereka menjelaskan dan mempertanggungjawabkan hasilnya. Kami mendukung Senin Sharing agar keberanian, komunikasi, dan rasa percaya diri mereka terus berkembang," ujar Thoha.
Senin Sharing mempertemukan berbagai bidang pembinaan kemandirian dalam satu ruang untuk saling mengetahui perkembangan dan capaian pekerjaan masing-masing. Dari kegiatan tersebut, hasil kerja tidak hanya menjadi ukuran keterampilan, tetapi juga menjadi bahan belajar bagi Warga Binaan untuk berani berbicara dan bertanggung jawab atas tugas yang dijalankan. (IR)
Kontributor: Lapas Batulicin
What's Your Reaction?


