Sentuhan Rohani di Balik Jeruji, Langkah Lapas Jember Bentuk Karakter Warga Binaan

Sentuhan Rohani di Balik Jeruji, Langkah Lapas Jember Bentuk Karakter Warga Binaan

Jember, INFO_PAS – Sadar akan pentingnya keseimbangan keterampilan fisik dan ketenangan batin, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jember konsisten jalankan program pembinaan kepribadian dengan fokus pada penguatan bidang kerohanian sebagai bagian dari proses pembinaan Warga Binaan. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan ibadah bagi Warga Binaan beragama Katolik dan Kristen yang berlangsung di ruang pembinaan Lapas Jember, Selasa (15/9).

Kegiatan berlangsung dalam suasana tenang, tertib, dan penuh kekhidmatan. Para Warga Binaan ikuti rangkaian ibadah dengan antusias serta dapatkan pendampingan dari rohaniawan dan petugas pembina kepribadian.

Kegiatan ibadah disesuaikan dengan tata cara dan kebutuhan masing-masing agama. Warga Binaan beragama Katolik mengikuti misa, sedangkan Warga Binaan beragama Kristen mengikuti kebaktian. Pemisahan pelaksanaan tersebut dilakukan untuk memberikan keleluasaan kepada masing-masing umat dalam menjalankan ibadah sesuai dengan ajaran dan keyakinannya.

Kegiatan kerohanian tersebut merupakan bagian dari pemenuhan hak Warga Binaan untuk menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya. Di lingkungan Pemasyarakatan, pemenuhan hak tersebut berjalan beriringan dengan pembinaan yang bertujuan mendorong perubahan sikap dan perilaku Warga Binaan.

Melalui kegiatan ibadah, Warga Binaan diberi kesempatan untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus melakukan refleksi terhadap perjalanan hidup yang telah dilalui. Nilai-nilai keagamaan yang disampaikan diharapkan dapat menjadi pengingat bagi Warga Binaan untuk membangun kesadaran diri, memperbaiki perilaku, serta menjalani proses pembinaan dengan lebih baik.

Kepala Lapas Jember, Wahyu Susetyo, menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian memiliki posisi penting dalam mendukung keberhasilan proses pembinaan Warga Binaan. Menurutnya, perubahan yang diharapkan dari proses Pemasyarakatan tidak hanya berkaitan dengan keterampilan, tetapi juga pembentukan karakter dan mental.

“Kegiatan ibadah ini merupakan bagian dari pemenuhan hak Warga Binaan sekaligus menjadi sarana pembinaan kepribadian. Kami berharap melalui kegiatan kerohanian yang dilaksanakan secara rutin, Warga Binaan dapat semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, memperoleh ketenangan batin, serta memiliki kesadaran untuk terus memperbaiki diri,” ujar Wahyu.

Dukungan spiritual diharapkan mampu membangun ketahanan mental, mengembangkan sikap introspektif, serta mendorong Warga Binaan mengambil pelajaran dari pengalaman yang telah dilalui.

Salah seorang Warga Binaan beragama Kristen, AP, mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan ibadah secara rutin selama jalani masa pembinaan di Lapas Jember.

“Bagi saya, ibadah di sini sangat berarti. Saya bisa tetap menjalankan kewajiban sebagai umat beragama, sekaligus mendapatkan ketenangan dan kesempatan untuk introspeksi. Saya berharap selama menjalani pembinaan ini dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan ketika kembali ke masyarakat bisa menjalani kehidupan dengan lebih positif,” ungkapnya.

Ke depan, Lapas Jember akan menjaga keberlangsungan program pembinaan kerohanian serta mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung proses pembinaan Warga Binaan. Dukungan petugas, rohaniawan, dan pihak terkait diharapkan dapat hadirkan pembinaan yang semakin berkualitas dan bermanfaat bagi Warga Binaan. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Jember

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0