Simulasi BHD di Lapas Tual, Warga Binaan Dibekali Keterampilan Penanganan Darurat
Langgur, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual bekali Warga Binaan dengan keterampilan penanganan kegawatdaruratan medis melalui kegiatan edukasi dan simulasi Bantuan Hidup Dasar (BHD), Rabu (6/5). Pelatihan ini bertujuan tingkatkan kesiapsiagaan Warga Binaan dalam memberi pertolongan pertama saat terjadi kondisi darurat di dalam blok hunian.
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja Lapas Tual, Iswan Ternate, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pemenuhan hak kesehatan sekaligus pemberdayaan Warga Binaan.
“Kami ingin memastikan bahwa dalam situasi kritis, sebelum petugas medis tiba, Warga Binaan sudah memiliki kesigapan dasar. Ini juga menjadi bentuk kepedulian antar sesama di dalam Lapas,” ujarnya.
Dalam sesi materi, Dokter Lapas Tual, dr. Eka Pratiwi Surya, menjelaskan teknik Resusitasi Jantung Paru (RJP) serta penanganan tersedak (choking). Ia menekankan bahwa menit-menit awal saat seseorang tidak sadarkan diri merupakan fase paling krusial.
“Banyak kasus kematian mendadak dapat dicegah jika orang di sekitarnya mengetahui teknik RJP yang benar. Kami melatih mereka agar tidak panik dan mampu bertindak cepat sesuai prosedur medis,” jelasnya.
Antusiasme terlihat dari para peserta. Salah satu Warga Binaan, OR, mengaku mendapatkan pengalaman baru yang sangat bermanfaat.
“Dulu hanya melihat di film, sekarang bisa praktik langsung cara memompa jantung dan menolong orang pingsan. Ini bekal penting bagi kami, baik di dalam Lapas maupun saat kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas ini diakhiri dengan simulasi evakuasi darurat, di mana Warga Binaan mempraktikkan teknik membawa korban secara aman.
Melalui pelatihan ini, Lapas Tual berharap kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat medis meningkat, sehingga risiko fatalitas di lingkungan hunian dapat ditekan seminimal mungkin. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Tual
What's Your Reaction?


