Sinergi Rutan Majene–Pemkab, Tanami Lahan SAE Mangge Beragam Bibit Sayuran

Sinergi Rutan Majene–Pemkab, Tanami Lahan SAE Mangge Beragam Bibit Sayuran

Majene, INFO_PAS - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Majene bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Majene tanam beragam bibit sayuran di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Mangge, Lingkungan Mangge, Kelurahan Baru, Kecamatan Banggae, Jumat (13/2). Bibit yang ditanam meliputi cabai, kangkung, timun, sawi, selada, bayam, dan pakcoy.

Kegiatan ini melibatkan Kepala Rutan, seluruh pegawai, peserta magang, serta Warga Binaan. Turut hadir dan mendukung kegiatan tersebut jajaran Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan Kabupaten Majene, Camat Banggae, perwakilan Kelurahan Totoli, serta PLN Unit Kabupaten Majene.

Penanaman ini menjadi bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya penguatan ketahanan pangan nasional dan optimalisasi pembinaan kemandirian Warga Binaan. Selain menghasilkan komoditas pertanian, kegiatan ini juga membekali Warga Binaan dengan keterampilan bercocok tanam serta menanamkan nilai kerja produktif selama menjalani masa pembinaan.

Kepala Rutan Majene, Christy Jozef Thenu, menegaskan bahwa pemanfaatan lahan SAE merupakan langkah konkret jajaran Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan.

“Kegiatan ini merupakan komitmen kami untuk terus produktif. Selain mendukung program prioritas pemerintah di bidang ketahanan pangan, kami juga ingin memastikan lahan yang dimiliki memberikan manfaat edukatif bagi Warga Binaan,” jelasnya.

Ia menambahkan, hasil panen nantinya diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan internal sekaligus memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar.

“Kami ingin Warga Binaan memiliki bekal keterampilan di bidang pertanian, sehingga saat bebas nanti mereka memiliki modal keahlian untuk berwirausaha atau bekerja secara mandiri,” tambah Christy.

Pembina Kemandirian Rutan Majene, Rahmat, menjelaskan bahwa pemilihan komoditas seperti cabai dan kangkung didasarkan pada kemudahan perawatan dan masa panen yang relatif cepat.

“Kami memilih komoditas yang cepat panen agar Warga Binaan bisa segera melihat hasil kerja mereka. Ini juga melatih kedisiplinan dalam merawat tanaman setiap hari,” ujarnya.

Ia memastikan pendampingan dilakukan secara intensif, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, hingga pemupukan, agar hasil yang diperoleh optimal dan sesuai standar pertanian yang baik.

Sekretaris Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan Kabupaten Majene, Aisyah Nur, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Rutan Majene dalam mengoptimalkan lahan produktif.

“Kami mendukung penuh langkah ini. Dinas akan terus bersinergi memberikan pendampingan teknis dan edukasi pertanian modern bagi petugas maupun Warga Binaan. Program ini membuktikan bahwa keterbatasan ruang bukan penghalang untuk berkontribusi pada ketahanan pangan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Camat Banggae berharap program SAE Mangge dapat menjadi contoh bagi masyarakat sekitar dalam memanfaatkan lahan kosong menjadi lahan produktif bernilai ekonomis.

Salah satu Warga Binaan, Wawan, mengaku bersyukur atas kesempatan belajar di lahan SAE.

“Kami merasa terbantu dengan adanya kegiatan ini. Selain bisa belajar teknik menanam yang benar, kami juga termotivasi menjadi pribadi yang lebih baik dan produktif setelah selesai menjalani masa pidana,” ungkapnya. (afn)

 

Kontributor: Humas Rutan Majene

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0