SUARA DARI BILIK LAPAS UNTUK CAPRES DAN CAWAPRES TERPILIH

Cibinong, INFO_PAS - Mencoba untuk keluar dari hingar bingar pesta demokrasi masyarakat saat ini, dari balik jeruji lapas muncul pesan dan harapan kepada Presiden dan Wakil Presiden yang akan terpilih dalam gelaran Pilpres 2014 yang telah berlangsung (9/7) kemarin. Fredy salah satu Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Cibinong  menaruh harapan yang besa
SUARA DARI BILIK LAPAS UNTUK CAPRES DAN CAWAPRES TERPILIH

Cibinong, INFO_PAS - Mencoba untuk keluar dari hingar bingar pesta demokrasi masyarakat saat ini, dari balik jeruji lapas muncul pesan dan harapan kepada Presiden dan Wakil Presiden yang akan terpilih dalam gelaran Pilpres 2014 yang telah berlangsung (9/7) kemarin. Fredy salah satu Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Cibinong  menaruh harapan yang besar terhadap Capres dan Cawapres pilihannya. (Baca : www.ditjenpas.go.id/berita-terkini/jangan-golput-lapas-cibinong-ajak-wbp-tentukan-pilihan ) Sesaat setelah menentukan pilihan di bilik suara, narapidana dengan vonis 17 tahun penjara dalam kasus pembunuhan ini mengatakan,  "Saya memilih orang yang saya anggap mengerti dan dekat dengan masyarakat. Semoga jika terpilih akan tetap  peduli kepada masyarakat dan kaum minoritas seperti kami yang ada di dalam lapas saat ini.” Fredy juga berharap nantinya kepedulian itu diwujudkan dalam bentuk wadah untuk para WBP yang akan atau telah keluar dari lapas. “Keterampilan yang selama ini diajarkan di lapas membutuhkan tempat penyaluran, tempat kami diberdayakan sehingga kami tidak bingung mau berbuat apa selepas keluar dari sini nanti,” tambahnya. Senada dengan Fredy, Seblon Patiana, narapidana yang sejak Tahun 2008 telah menghuni Lapas Klas I Cibinong akibat kasus narkoba ini optimis pemimpin yang akan terpilih nanti akan membawa Indonesia menjadi lebih baik. "Kedua Capres dan Cawapres orang hebat, kami mengenal mereka dari pelbagai informasi yang disediakan oleh lapas," tutur Seblon Dengan vonis 10 tahun penjara yang harus dijalani, ini kali kedua Seblon mengikuti gelaran Pilpres di dalam lapas. Sebelumnya pada tahun 2009 ia juga menentukan pilihannya dari balik jeruji. Semoga presiden dan wakil presiden terpilih nanti mengingat bahwa rakyatlah yang memilih mereka. “Termasuk kami yang ada di dalam lapas. Coba lihat kami, mungkin kami bebeda karena telah salah, tapi kami juga ikut menentukan jadi mungkin perlu sedikit mendapat perhatian,” tambahnya. (JP)   Penulis : Nanda Hakiki
 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0