Tadabur Al-Qur’an, Warga Binaan Lapas Banjarmasin Perdalam Makna Tauhid

Tadabur Al-Qur’an, Warga Binaan Lapas Banjarmasin Perdalam Makna Tauhid

Banjarmasin, INFO_PAS - Suasana khusyuk selimuti Masjid Baabut Taqwa Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin, Selasa (14/4), saat kegiatan tadabur Al-Qur’an digelar membahas Surah Al-Maidah ayat 116–120.

Kegiatan ini menghadirkan Ustaz Asfiani Norhasani, Lc dari Kementerian Agama Kota Banjarmasin sebagai pemateri. Tadabur diikuti Warga Binaan Muslim yang didampingi petugas Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkesmaswat). Para peserta tampak serius menyimak penjelasan yang mengupas makna tauhid, kejujuran para nabi, serta pertanggungjawaban manusia di hadapan Allah Swt.

Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dalam membangun kesadaran spiritual Warga Binaan.

“Pembinaan kerohanian seperti ini menjadi fondasi dalam proses perubahan diri. Kami ingin Warga Binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga menemukan makna hidup dan memperbaiki diri melalui nilai-nilai keagamaan,” ujarnya.

Sementara itu, dalam tausiahnya, Ustaz Asfiani menjelaskan bahwa ayat 116–120 menggambarkan dialog antara Allah Swt. dan Nabi Isa a.s. yang menegaskan pentingnya menjaga kemurnian akidah serta tidak menyekutukan Allah. Pesan tersebut menjadi pengingat bagi setiap Muslim untuk tetap berada di jalan yang lurus.

Petugas pendamping dari Subseksi Bimkemaswat, Salman Farsi, menambahkan bahwa kegiatan tadabur ini rutin dilaksanakan sebagai bagian dari pembinaan mental dan spiritual. “Harapannya, Warga Binaan dapat mengambil hikmah dari setiap ayat yang dipelajari dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Salah satu Warga Binaan, Anto, mengaku memperoleh banyak pelajaran dari kegiatan tersebut. “Ayat yang dibahas sangat menyentuh, terutama tentang kejujuran dan tanggung jawab di hadapan Allah. Saya jadi lebih sadar untuk memperbaiki diri,” tuturnya.

Kegiatan ini menegaskan bahwa pembinaan kerohanian bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya nyata dalam membentuk karakter dan kesadaran diri Warga Binaan. Melalui tadabur Al-Qur’an, diharapkan mereka mampu memperkuat keimanan, memperbaiki perilaku, serta mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin

 

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0