Tadabur Surah Al-An’am Ayat 91–94, Warga Binaan Lapas Banjarmasin Diajak Perkuat Keimanan
Banjarmasin, INFO_PAS – Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin jalani tadabur Surah Al-An’am ayat 91–94 di Masjid Baabut Taqwa, Selasa (22/9). Bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjarmasin, kegiatan tersebut digelar untuk memprkuat pembinaan kepribadian melalui pendalaman nilai-nilai Al-Qur’an.
Kepala Subseksi Bimbinan Kemasyarakatan dan Perawatan, Muhammad Ansyari, mengatakan tadabur menjadi pembinaan kepribadian yang diberikan berkelanjutan kepada Warga Binaan. “Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada pemahaman saat mengikuti kajian, tetapi menjadi dorongan bagi Warga Binaan untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki perilaku dalam keseharian. Pembinaan keagamaan menjadi salah satu sarana untuk membangun kesadaran dan kesiapan mereka menjalani kehidupan yang lebih baik,” harapnya.
Pada kesempatan itu, Ustaz H. Asfiani Norhasani dan Kemenag Kota Banjarmasin membahas kandungan Surah Al-An’am ayat 91–94 yang mengingatkan manusia tentang kebesaran Allah Swt., kebenaran wahyu, serta pentingnya menyadari bahwa setiap manusia akan kembali kepada-Nya dan mempertanggungjawabkan amal perbuatannya. Ia mengajak Warga Binaan tidak hanya membaca Al-Qur’an, tetapi juga berusaha memahami dan mengambil pelajaran dari setiap ayat yang dipelajari.
“Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk dipahami dan diamalkan. Setiap ayat yang kita tadaburi hendaknya menjadi pengingat untuk memperbaiki diri karena pada akhirnya setiap manusia akan kembali kepada Allah Swt. dan mempertanggungjawabkan apa yang telah diperbuatnya,” ujar Ustaz Asfiani.
Bagi Warga Binaan, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk merenungkan kehidupan dan memperbaiki hubungan dengan Allah Swt. Andi, salah seorang Warga Binaan, mendapatkan pengingat penting dari tadabur yang disampaikan. “Yang saya dapat hari ini adalah pengingat bahwa setiap perbuatan pasti ada pertanggungjawabannya. Saya ingin menjadikan masa pembinaan ini untuk belajar memperbaiki diri dan lebih mendekatkan diri kepada Allah,” tuturnya.
Secara terpisah, Kepala Lapas Banjarmasin Akhmad Herriansyah, menegaskan pembinaan keagamaan terus didorong sebagai proses perubahan diri Warga Binaan. “Setiap kegiatan keagamaan kami harapkan memberikan bekal dan penguatan bagi Warga Binaan. Tadabur Al-Qur’an menjadi kesempatan untuk belajar, melakukan introspeksi, dan menumbuhkan kesadaran agar setelah menjalani masa pembinaan, mereka kembali ke tengah masyarakat dengan membawa perubahan yang lebih baik,” ujarnya.
Melalui pembinaan keagamaan, Warga Binaan diarahkan untuk memperkuat keimanan, menumbuhkan kesadaran untuk memperbaiki diri, dan menjadikan masa pembinaan sebagai proses membangun perubahan positif yang menjadi bekal saat kembali ke tengah masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


