Tak Abai, Keluhkan Sakit Dini Hari, Lapas Atambua Larikan Narapidana ke Rumah Sakit

Tak Abai, Keluhkan Sakit Dini Hari, Lapas Atambua Larikan Narapidana ke Rumah Sakit

Atambua, INFO_PAS – Bergerak cepat di tengah malam, jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua pindahkan seorang Warga Binaan, CM, ke RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua. Langkah darurat ini diambil setelah Narapidana tersebut mendadak alami nyeri perut hebat pada Minggu (20/9) sekitar pukul 01.34 WITA. Dengan pengawalan dua petugas piket, Rudiyanto Gela dan Apriano, pasien dibawa menggunakan ambulans dinas untuk memastikan penanganan medis tepat waktu.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Atambua, Henok Mabilehi, menjelaskan bahwa tindakan cepat tersebut merupakan bagian dari kewajiban dalam memenuhi hak kesehatan Warga Binaan.

“Kami langsung mengambil langkah penanganan darurat tanpa menunda waktu. Karena status Narapidana sepenuhnya menjadi tanggung jawab Lapas, kami tidak ragu mengambil tindakan rujukan ini. Pengawasan dan pengawalan melekat oleh petugas terus berjalan ketat di RSUD hingga pagi tadi Narapidana menjalani pemeriksaan USG," tegas Henok.

Sementara itu, Kepala Subseksi Perawatan Lapas Atambua, Yosef Siga, menerangkan bahwa pasien masih dalam penanganan medis. "Berdasarkan diagnosa awal dari tim medis, pasien mengalami Colic Abdomen ec Cholelithiasis (kolik abdomen akibat batu empedu). Sampai hari ini, 21 September 2026, pasien masih menjalani observasi mendalam. Pada pukul 10.00 WITA tadi telah dilakukan pemeriksaan Ultrasonografi (USG), dan saat ini kami masih terus berkoordinasi serta menunggu hasil penanganan lebih lanjut dari dokter spesialis," terangnya.

Langkah cepat Lapas Atambua mendapat apresiasi dari pihak keluarga. MM, saudari Narapidana, mengaku lega atas respons petugas. "Pelayanan Lapas Atambua sangat memuaskan. Petugas tidak menunda waktu dan langsung merespons cepat saat adik saya mengeluh sakit perut hebat. Kalau sampai terlambat, kami sangat mengkhawatirkan kondisinya. Kami sangat berterima kasih atas kepedulian dan penanganan ini," ungkap Maria.

Penanganan darurat tersebut menunjukkan respons Lapas Atambua dalam memenuhi hak kesehatan Warga Binaan. Lapas Atambua terus berupaya menghadirkan pelayanan publik yang bersih, terpercaya, serta mengutamakan pemenuhan hak seluruh Warga Binaan tanpa diskriminasi.

"Pelayanan dari Lapas sangat baik dan memuaskan. Saat adik saya mengeluh sakit, pihak Lapas langsung mengambil tindakan cepat membawa ke rumah sakit. Jika dibiarkan lebih lama, kami sangat kasihan dengan kondisinya," imbuhnya. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Atambua

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0