Tas dan Peci Na’ Oko Karya Warga Binaan Lapas Luwuk Dipamerkan di Galeri Pemasyarakatan Sulteng

Tas dan Peci Na’ Oko Karya Warga Binaan Lapas Luwuk Dipamerkan di Galeri Pemasyarakatan Sulteng

Palu, INFO_PAS – Produk Unggulan hasil karya Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk kembali tunjukkan eksistensinya di tingkat regional. Tas dan peci bermerek Na’ Oko hasil pembinaan kemandirian Lapas Luwuk dipamerkan dalam peluncuran Galeri Pemasyarakatan Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah, Senin (2/2).

Galeri Pemasyarakatan ini menjadi etalase resmi yang menampilkan berbagai produk unggulan karya Warga Binaan dari seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Sulawesi Tengah, mulai dari kerajinan tangan, fesyen, hingga produk kreatif bernilai ekonomi lainnya. Kehadiran tas dan peci Na’ Oko menarik perhatian pengunjung karena desainnya yang khas, rapi, dan mengangkat kearifan lokal.

Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun, menyampaikan partisipasi dalam peluncuran galeri ini merupakan wujud keberhasilan program pembinaan kemandirian yang berkelanjutan. “Produk Na’ Oko bukan hanya hasil karya, tetapi simbol perubahan. Melalui pembinaan yang terarah, Warga Binaan mampu menghasilkan produk berkualitas dan berdaya saing. Kami berharap ini menjadi jalan reintegrasi sosial dan ekonomi bagi mereka,” harapnya.

Salah seorang Warga Binaan berinisial A yang karyanya di pajang di Galeri Pemasyarakatan mengungkapkan rasa bangga dan haru atas kesempatan tersebut.  “Tidak menyangka hasil karya saya bisa dipamerkan di galeri resmi seperti ini. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berkarya dan memperbaiki diri,” tuturnya seraya menyebut keterampilan yang diperoleh selama pembinaan menjadi bekal penting untuk kehidupan setelah bebas nanti.

Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, menegaskan Galeri Pemasyarakatan dibentuk sebagai ruang promosi dan pemasaran yang berkelanjutan bagi produk Warga Binaan. “Peluncuran galeri ini adalah komitmen kami untuk membuka akses yang lebih luas bagi hasil karya Warga Binaan agar dikenal masyarakat. Ini juga menjadi bukti bahwa Pemasyarakatan hadir untuk membina, bukan semata-mata menghukum,” ungkapnya.

Dengan keikutsertaan Lapas Luwuk melalui produk tas dan peci Na’ Oko, diharapkan Galeri Pemasyarakatan Sulawesi Tengah mampu menjadi motor penggerak pemberdayaan Warga Binaan serta mendukung terciptanya Pemasyarakatan yang Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Luwuk

What's Your Reaction?

like
0
dislike
1
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0