Tata Hati Sebelum Kembali, Puluhan Warga Binaan Lapas Cipinang Kembali Perkuat Kesiapan Reintegrasi
Jakarta, INFO_PAS – Puluhan Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang lanjutkan proses pembinaan kepribadian sebagai bekal menuju reintegrasi sosial. Setelah pada pertemuan sebelumnya diajak mengenali dan membuka hati, sebanyak 30 Warga Binaan kembali mengikuti pendampingan bersama Kelompok Sosialisasi Hati (KSH), komunitas layanan sosial dari Natural Way of Living, pada Rabu (24/9) dengan penguatan pada kemampuan mengelola perasaan dan membangun hati yang lebih tenang dan bahagia.
Pembina Kepribadian, Septiyawan, menyampaikan pesan Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Dr. Syarpani, bahwa kesiapan reintegrasi perlu dibangun secara bertahap sejak Warga Binaan masih menjalani pembinaan. “Reintegrasi bukan hanya tentang kapan Warga Binaan kembali ke masyarakat, tetapi bagaimana mereka mempersiapkan diri untuk kembali. Mereka akan bertemu lagi dengan keluarga, lingkungan, tanggung jawab, dan berbagai dinamika kehidupan. Karena itu, kesiapan diri perlu dibangun sejak sekarang,” terangnya.
Ketua KSH Indonesia, Luki Setiawan Suardi, yang kali ini hadir bersama delapan relawan KSH mengatakan pendampingan sengaja dibangun sebagai proses yang saling berkelanjutan antarsesi. “Pekan lalu kami mulai dengan mengajak teman-teman mengenali dan membuka hati. Pertemuan kali ini kami lanjutkan dengan belajar bagaimana mengelola perasaan agar hati tetap tenang dan bahagia. Proses ini tidak selesai dalam satu pertemuan. Kami ingin mendampingi mereka secara bertahap agar apa yang dipelajari benar-benar dirasakan dan dibawa ketika kembali kepada keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
Pembelajaran di Aula Bina Insan ini dipandu melalui paparan, video, latihan, dan interaksi kelompok. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi diajak mempraktikkan cara mengenali perasaan, membangun ketenangan, dan menghadirkan pengalaman positif dalam diri.
Bagi RO, salah seorang Warga Binaan peserta reintegrasi, proses tersebut membuat persiapan untuk kembali kepada keluarga tidak lagi hanya dipandang dari sisi waktu dan administrasi. “Selama ini yang banyak saya pikirkan adalah kapan bisa kembali ke keluarga. Dari kegiatan ini saya belajar bahwa sebelum pulang, hati dan diri juga harus disiapkan. Saya ingin kembali dengan pikiran yang lebih tenang dan menjalani kehidupan dengan lebih baik,” ungkapnya.
Kegiatan yang turut melibatkan delapan tutor dan anggota PKBM Warga Mandiri tersebut menegaskan arah Kelas Reintegrasi Lapas Kelas Cipinang sebagai proses pembinaan berkelanjutan, bukan kegiatan satu kali. Dari mengenali diri, membuka dan mengelola hati, hingga membangun kesiapan menghadapi kehidupan nyata, Warga Binaan dipersiapkan agar kepulangan tidak sekadar keluar dari Lapas, tetapi siap kembali menjalankan peran di tengah keluarga dan masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Kelas I Cipinang
What's Your Reaction?


