Tausiah Guru Anas Ajak Warga Binaan Rutan Pelaihari Tata Diri Jadi Lebih Baik

Tausiah Guru Anas Ajak Warga Binaan Rutan Pelaihari Tata Diri Jadi Lebih Baik

Pelaihari, INFO_PAS — Suasana Masjid Istiqomah Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari terasa lebih teduh dari biasanya, Rabu (21/1) siang. Tepat selepas aktivitas jelang waktu Zuhur, petugas bersama Warga Binaan mengikuti pembinaan kepribadian melalui tausiah yang dimulai pukul 12.30 WITA hingga selesai.

Kegiatan ini menjadi ruang jeda yang menenangkan di tengah rutinitas sekaligus pengingat bahwa proses pembinaan tidak melulu soal aturan dan disiplin. Momen ini juga membangun kesadaran batin: mengelola emosi, menata niat, dan belajar memperbaiki diri sedikit demi sedikit.

Petugas Rutan Pelaihari, Abdul Latief, menyampaikan tausiah menjadi bagian penting dalam pembinaan kepribadian. Kegiatan seperti ini membantu membangun kontrol diri dan memperkuat nilai-nilai positif yang dibutuhkan Warga Binaan selama menjalani masa pembinaan.

“Pembinaan kepribadian ini kami jaga agar Warga Binaan punya pegangan nilai. Bukan hanya paham mana yang baik, tapi juga terbiasa mempraktikkannya. Harapan kami, kebiasaan baik ini terus terbawa sampai mereka kembali ke keluarga dan masyarakat,” harap Abdul.

Dalam tausiyahnya, Guru Anas mengajak jamaah memulai perubahan dari hal-hal sederhana yang bisa dipraktikkan setiap hari. Ia menekankan bahwa menjadi pribadi yang lebih baik bukan perkara instan, melainkan soal konsistensi dalam langkah kecil dengan mengendalikan lisan, menahan amarah, dan membiasakan diri jujur pada hati sendiri.

“Menjadi pribadi yang lebih baik itu bukan menunggu sempurna dulu. Mulai saja dari yang kecil: perbaiki niat, jaga lisan, dan biasakan minta maaf ketika salah,” pesan Guru Anas.

Ia juga mengingatkan lingkungan boleh membatasi ruang gerak, namun tidak boleh membatasi tekad untuk bertumbuh. Perubahan paling bermakna sering kali dimulai dari keberanian untuk mengakui kekurangan dan kemauan untuk memperbaikinya setahap demi setahap.

“Kalau hari ini bisa menahan satu amarah, meninggalkan satu kebiasaan buruk, dan menambah satu kebaikan, itu sudah tanda Allah bukakan jalan. Yang penting istikamah,” lanjut Guru Anas.

Salah satu Warga Binaan, Amin, senang bisa mengikuti pembinaan seperti ini. Baginya, tausiah memberi napas baru. Bukan sekadar nasihat, tetapi juga penguat hati agar tetap punya harapan dan arah untuk memperbaiki hidup.

“Rasanya seperti diingatkan pelan-pelan, tanpa menghakimi. Saya jadi lebih tenang, dan termotivasi untuk memperbaiki diri. Walau pelan, yang penting jalan,” ujar Amin.

Pembinaan kepribadian ini diharapkan menjadi rutinitas yang terus dijaga sebagai ikhtiar membangun karakter Warga Binaan agar lebih siap kembali ke masyarakat. (IR)

 

Kontributor: Rutan Pelaihari
 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0