Tebar 40.000 Benih Lele, Lapas Batu Perkuat Ketahanan Pangan di Nusakambangan
Nusakambangan, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Batu Nusakambangan terus memperkuat program ketahanan pangan melalui pengembangan budidaya ikan air tawar. Melalui Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Nusa Karya Bersatu dan Nusa Karya Sejahtera, sebanyak 40.000 benih ikan lele ditebar di 16 kolam bioflok di kawasan Nusakambangan, Kamis (24/9).
Setiap kolam bioflok diisi sebanyak 2.500 benih ikan lele yang selanjutnya akan dibudidayakan hingga masa panen. Kegiatan ini menjadi upaya optimalisasi lahan dan pengembangan kegiatan produktif di bidang perikanan sekaligus mendukung penguatan ketahanan pangan di lingkungan Nusakambangan.
Pokdakan Nusa Karya Bersatu dan Nusa Karya Sejahtera merupakan kelompok usaha yang bergerak di bidang perikanan dan beranggotakan Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri maupun pekerja di lingkungan Nusakambangan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan budidaya juga melibatkan Warga Binaan sebagai pembinaan kemandirian dan peningkatan keterampilan kerja.
Pengembangan kolam bioflok tersebut juga merupakan dukungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Dinas Perikanan Kabupaten Cilacap. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong pengembangan budidaya perikanan dengan metode yang efisien dan produktif.
Kepala Bidang Kegiatan Kerja, Aryono, menyampaikan penebaran benih lele merupakan upaya dalam mengembangkan kegiatan ketahanan pangan sekaligus membuka ruang pembelajaran keterampilan bagi Warga Binaan. Menurutnya, pengelolaan budidaya akan dilakukan secara bertahap dan terukur, mulai dari pemeliharaan kualitas air, pemberian pakan, pemantauan pertumbuhan ikan hingga persiapan panen. Dengan pengelolaan yang baik, kegiatan tersebut diharapkan memberikan hasil optimal dan terus dikembangkan ke depannya.
“Kami terus mendorong pengembangan kegiatan kerja produktif dan berkelanjutan. Budidaya ikan lele melalui sistem bioflok ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan di Nusakambangan, tetapi juga menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk belajar dan meningkatkan keterampilan di bidang perikanan,” ujar Aryono.
Sementara itu, salah satu Warga Binaan Lapas Nirbaya yang turut membantu dalam pengelolaan kolam bioflok, Noval, mendapatkan pengalaman baru melalui keterlibatannya dalam kegiatan budidaya ikan lele. “Kegiatan ini memberikan kami pengalaman dan keterampilan baru. Kami belajar bagaimana merawat ikan, memberikan pakan, menjaga kondisi kolam, dan memantau pertumbuhan ikan. Harapannya, keterampilan ini menjadi bekal ketika nanti kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Batu berkomitmen untuk terus mengembangkan pembinaan kemandirian yang memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan. Budidaya lele dengan sistem bioflok diharapkan tidak hanya menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga menjadi media pembelajaran, pembentukan etos kerja, dan persiapan Warga Binaan agar memiliki keterampilan yang dapat diterapkan setelah menjalani masa pidana. (IR)
Kontributor: Lapas Batu
What's Your Reaction?


