Teken PKS, Lapas Atambua dan UMKM Lokal Kolaborasi Latih Warga Binaan Jadi Wirausaha

Teken PKS, Lapas Atambua dan UMKM Lokal Kolaborasi Latih Warga Binaan Jadi Wirausaha

Atambua, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua secara resmi jalin sinergi baru dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) swasta demi memperkuat program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan empat pengusaha lokal di Atambua yang tergabung dalam Mitra Bina Mandiri La'Bua Sejahtera, Kamis (29/1).

Kerja sama strategis ini mencakup tiga bidang utama, yakni jasa pencucian mobil (car wash), pengelolaan warung kopi, dan usaha warung bakso. Kolaborasi ini bertujuan memberikan ruang bagi Narapidana untuk mempraktikkan keterampilan mereka dalam ekosistem bisnis yang nyata.

Kepala Lapas Atambua, Bambang Hendra Setyawan, menegaskan Warga Binaan yang dilibatkan dalam unit usaha bersama mitra ini  telah diseleksi ketat, yakni memenuhi syarat administratif dan substantif, serta telah diputuskan melalui Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan. Mereka juga sedang menjalani masa Asimilasi di luar tembok Lapas dan sudah mendekati masa bebas.

“Melalui produktivitas yang mereka lakukan, diharapkan memulihkan hubungan mereka dengan masyarakat dan menghapus stigma negatif mereka di mata masyarakat," harap Hendra.

Hendra juga menerangkan skema pembagian hasil usaha. Keuntungan hasil usahan akan dibagi menjadi beberapa bagian, yakni 35% untuk mitra UMKM, 25% sebagai upah Warga Binaan, dan 20% disetorkan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Sisanya, dialokasikan sebesar 15% untuk biaya operasional unit usaha dan 5% sebagai dana cadangan.

“Skema ini memastikan, selain mendukung modal usaha bagi mitra, juga menyumbang pendapatan bagi negara melalui PNBP dan memberikan tabungan berupa premi bagi Warga Binaan yang bekerja," terang Hendra.

Sementara itu, Bernadus Tae, pengusaha lokal yang ditunjuk sebagai penanggung jawab mitra, menyambut positif inovasi yang dilakukan Lapas Atambua. Menurutnya, kolaborasi ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial sekaligus peluang bisnis yang saling menguntungkan.

"Kami menyambut sangat positif inovasi ini. Semoga kerja sama ini memberikan dampak positif, baik bagi kami selaku pengusaha lokal maupun bagi para Warga Binaan. Kami berharap mereka mengembangkan potensi diri melalui kerja nyata di lapangan," harap Bernadus.

Ia juga menyampaikan rasa bangganya bisa terlibat langsung dalam proses rehabilitasi sosial. "Kami senang bisa menjadi bagian dari perjalanan Warga Binaan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan siap mandiri secara ekonomi setelah bebas nanti," tutur Bernadus.

Dengan adanya PKS ini, Lapas Atambua optimistis mencetak lulusan pembinaan yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki etos kerja kuat untuk membangun hidup baru. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Atambua

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0