Tiga Kerja Sama, Lapas Tanjungpandan Perkuat Layanan dan Pembinaan Warga Binaan
Belitung, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjungpandan jalin kerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Badau, Aira Berjaya Eco Edu Park dan Bank Sampah, serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Nyulo Belitung, Senin (28/9). Kerja sama tersebut mencakup layanan kesehatan, pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, dan pemasaran produk hasil karya Warga Binaan.
Pada bidang kesehatan, kerja sama dengan UPT Puskesmas Badau mencakup layanan visiting secara terjadwal maupun on call melalui dokter penanggung jawab. Kerja sama ini juga mencakup pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) infeksius dari aktivitas pelayanan kesehatan di Lapas.
Kepala Lapas Tanjungpandan, Muhammad Rolan, mengatakan kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan, tetapi memberikan manfaat langsung bagi Warga Binaan.
“Kami ingin setiap kerja sama yang dibangun tidak berhenti pada seremoni penandatanganan, tetapi benar-benar menghasilkan layanan dan program yang dirasakan manfaatnya. Mulai dari kesehatan, pengelolaan lingkungan, sampai pemasaran produk pembinaan, semuanya saling berkaitan dalam membangun Pemasyarakatan yang semakin berkualitas,” ujar Muhammad Rolan.
Kepala UPT Puskesmas Badau sekaligus Dokter Penanggung Jawab, Gemeinial, menyambut baik kerja sama tersebut.
“Kerja sama ini menjadi bentuk komitmen bersama untuk memastikan Warga Binaan tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dan berkesinambungan. Dengan adanya layanan visiting terjadwal dan on call, koordinasi penanganan kesehatan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan terarah sesuai kebutuhan,” ungkapnya.
Pada bidang lingkungan, Lapas Tanjungpandan bekerja sama dengan Aira Berjaya Eco Edu Park dan Bank Sampah kembangkan pengelolaan sampah terpadu berbasis ekonomi sirkular. Kegiatannya meliputi pemilahan, penimbangan dan pencatatan, pengumpulan, hingga pemanfaatan kembali sampah yang masih memiliki nilai guna dan ekonomi.
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja Lapas Tanjungpandan, Alkok Marya, mengatakan pengelolaan sampah tersebut sekaligus jadi sarana pembelajaran bagi Warga Binaan.
“Pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular tidak hanya berbicara tentang kebersihan, tetapi juga tentang perubahan pola pikir. Warga Binaan kita ajarkan bagaimana sampah dipilah, dikelola, dan dimanfaatkan sehingga memiliki nilai tambah. Ini menjadi bagian dari pembinaan kemandirian sekaligus pembinaan kepribadian,” jelas Alkok.
Pimpinan Aira Berjaya Eco Edu Park dan Bank Sampah, Nurhidayati, mengatakan pihaknya siap mendukung pengelolaan lingkungan di Lapas sekaligus mendorong pemanfaatan sampah agar memiliki nilai tambah.
“Kami melihat ada potensi besar ketika pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat berjalan bersama. Melalui kerja sama ini, kami ingin membantu membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih baik di lingkungan Lapas,” kata Nurhidayati.

Sementara itu, kerja sama dengan UMKM Nyulo Belitung diarahkan untuk memperluas pemasaran produk hasil karya Warga Binaan. Dukungan tersebut diharapkan membuka akses pasar yang lebih luas sehingga produk tidak hanya diproduksi di lingkungan Lapas, tetapi juga dapat dikenal dan dipasarkan kepada masyarakat.
Nurhidayati, yang juga pemilik UMKM Nyulo Belitung, mengatakan pihaknya melihat potensi pengembangan produk Warga Binaan melalui akses pasar yang lebih luas.
“Melalui kerja sama ini, kami ingin membuka ruang agar karya Warga Binaan dapat memiliki nilai ekonomi dan pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan perjanjian kerja sama bersama UMKM Nyulo Belitung dan penyerahan produk unggulan Warga Binaan Lapas Tanjungpandan berupa Madu Aok Be. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Tanjungpandan
What's Your Reaction?


