Tingkatkan Kualitas Pembinaan Kerohanian Warga Binaan, Lapas Geser Sepakati PKS dengan STAI Seram Timur

Tingkatkan Kualitas Pembinaan Kerohanian Warga Binaan, Lapas Geser Sepakati PKS dengan STAI Seram Timur

Geser, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser resmi jalin kemitraan strategis dengan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Seram Timur melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang difokuskan pada optimalisasi pembinaan kepribadian, mental, dan kerohanian bagi Warga Binaan, Senin (28/9). Langkah ini menjadi komitmen nyata Lapas Geser dalam mewujudkan program reintegrasi sosial yang humanis dan berbasis nilai-nilai spiritual.

Kepala Lapas Geser, Nober Hasanda, menegaskan kolaborasi ini merupakan implementasi langsung dari amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. Regulasi tersebut menggarisbawahi esensi Pemasyarakatan adalah membentuk karakter Warga Binaan agar menjadi manusia seutuhnya, menyadari kekeliruan masa lalu, memperbaiki diri, dan siap kembali ke masyarakat tanpa mengulangi tindak pidana. Proses pembinaan di Lapas tidak dapat berjalan maksimal tanpa adanya sinergi dan dukungan dari berbagai elemen sektoral, khususnya institusi pendidikan.

“Mengingat pentingnya integrasi antara pendekatan akademis dan spiritual dalam memulihkan perilaku, kami merangkul STAI Seram Timur untuk memperkuat benteng moral para Warga Binaan. Kolaborasi erat dengan lembaga pendidikan tinggi keagamaan, seperti STAI Seram Timur menjadi kunci. Melalui metode keagamaan yang terstruktur dan aplikatif, kami optimistis bertransformasi menjadi pusat edukasi moral yang efektif yang mampu mengubah masa pidana menjadi masa pembentukan akhlak,” ujar Nober.

Sementara itu, Muhammad Ipaloat selaku Dosen Hukum Keluarga Islam STAI Seram Timur mengapresiasi kepercayaan Lapas Geser dalam penandatanganan PKS ini. Menurutnya, kerja sama ini selaras dengan implementasi pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“PKS ini tidak sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi wadah pengabdian masyarakat dan laboratorium sosial nyata bagi dosen maupun mahasiswa kami. Kami berkomitmen untuk menghadirkan pembinaan spiritual yang menyejukkan hati agar Warga Binaan memiliki benteng iman yang kuat saat kembali ke tengah masyarakat,” tutur Nurdin.

Melalui penandatanganan PKS ini, kedua belah pihak berharap sinergi yang terbangun menekan angka residivisme. Selain itu, program ini diharapkan mempersiapkan para Warga Binaan untuk kembali menjadi pribadi bernilai positif, berakhlak mulia, dan siap berkontribusi bagi masyarakat. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Geser

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0