Tujuh Rangka Meja Diperbaiki, Warga Binaan Lapas Banjarmasin Asah Keterampilan di Workshop Giatja

Tujuh Rangka Meja Diperbaiki, Warga Binaan Lapas Banjarmasin Asah Keterampilan di Workshop Giatja

Banjarmasin, INFO_PAS – Dari rangka besi yang berkarat, tujuh meja milik Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin kembali ditangani agar dapat digunakan dengan baik. Pekerjaan tersebut dikerjakan Warga Binaan di workshop kegiatan kerja (giatja) pada Senin (7/9), sekaligus menjadi pembinaan kemandirian melalui pengalaman kerja secara langsung.

Dua Warga Binaan berinisial R dan J mengerjakan perbaikan dengan pendampingan petugas giatja, Riyan Ramadhan. Pekerjaan dimulai dengan mengamplas seluruh bagian rangka yang mengalami karat hingga permukaannya bersih dan siap menerima lapisan cat baru.

Setelah proses pembersihan selesai, ketujuh rangka meja kemudian dicat ulang. Tahapan tersebut tidak hanya memperbarui tampilan, tetapi juga menjadi perawatan agar rangka besi lebih terlindungi dari korosi.

Bagi petugas, pekerjaan sederhana seperti ini tetap membutuhkan ketelitian. Setiap tahapan harus dilakukan secara berurutan agar hasil perbaikan tidak sekadar terlihat baru, tetapi juga memiliki kualitas pengerjaan yang baik.

“Pekerjaannya dimulai dari membersihkan karat sampai permukaannya benar-benar siap dicat. Kami dampingi supaya Warga Binaan memahami tahapan pengerjaannya dan hasil akhirnya juga rapi,” ujar Riyan.

Bagi J, proses tersebut menjadi pengalaman kerja yang mengajarkan bahwa pekerjaan sederhana sekalipun membutuhkan ketelitian dan kesabaran. “Saya belajar bahwa sebelum mengecat, rangkanya harus benar-benar dibersihkan dulu dari karat. Kelihatannya sederhana, tapi kalau dikerjakan dengan benar hasilnya lebih bagus dan tahan lama,” ujarnya.

Secara terpisah, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan kegiatan kerja Warga Binaan diarahkan agar memberikan manfaat nyata sekaligus membangun kemandirian. Keterampilan yang diperoleh melalui kegiatan kerja selama berada di Lapas diharapkan  menjadi modal bagi Warga Binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah menjalani masa pembinaan.

“Setiap pekerjaan yang dilakukan Warga Binaan kami harapkan memiliki nilai pembinaan. Mereka tidak hanya belajar keterampilan, tetapi juga disiplin, tanggung jawab, dan bagaimana menyelesaikan pekerjaan dengan baik,” ujar Akhmad.

Melalui workshop giatja, pekerjaan pemeliharaan sarana sekaligus menjadi proses belajar. Rangka meja boleh saja kembali kokoh, tetapi yang lebih penting adalah keterampilan dan etos kerja yang ikut dibangun di balik setiap proses pengerjaannya. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Banjarmasin

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0