Warga Binaan Lapas Banjarmasin Ubah Limbah Peternakan Jadi Pupuk Organik

Warga Binaan Lapas Banjarmasin Ubah Limbah Peternakan Jadi Pupuk Organik

Banjarmasin, INFO_PAS – Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin olah limbah kotoran ayam petelur jadi pupuk organik sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian, Senin (22/6). Kegiatan ini dukung upaya pengelolaan limbah peternakan yang ada di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 1 serta area brandgang.

Limbah kotoran ayam dikumpulkan dari kandang petelur, kemudian melalui proses pengeringan untuk mengurangi kadar air dan bau. Setelah itu, bahan dicampur dengan sekam padi serta aktivator mikroorganisme guna mempercepat proses penguraian.

Tahap fermentasi dilakukan dalam wadah tertutup selama beberapa minggu dengan pengadukan berkala hingga menghasilkan pupuk organik yang siap digunakan. Produk ini kemudian dimanfaatkan untuk mendukung budidaya tanaman sayuran di SAE 1, SAE 2, serta tanaman produktif lainnya di lingkungan Lapas.

Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran keterampilan sekaligus penerapan konsep ekonomi sirkular di lingkungan Pemasyarakatan.

“Melalui kegiatan ini, Warga Binaan tidak hanya belajar tentang peternakan dan pertanian, tetapi juga memahami cara mengelola limbah agar memiliki nilai manfaat. Kami terus mendorong program pembinaan yang produktif, edukatif, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja, Obi Noverianda, menambahkan bahwa pengolahan limbah ini menjadi bagian dari pembelajaran praktik kerja yang menekankan pemanfaatan sumber daya secara optimal.

“Warga Binaan belajar bahwa setiap hasil samping peternakan masih memiliki nilai guna. Pupuk yang dihasilkan kembali dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian di dalam Lapas sehingga tercipta siklus pembinaan yang berkelanjutan,” jelasnya.

Salah seorang Warga Binaan, ZA, mengaku mendapatkan pengetahuan baru dari kegiatan tersebut, khususnya terkait pengelolaan limbah menjadi produk yang bermanfaat.

“Dulu saya hanya tahu kotoran ayam sebagai limbah. Sekarang saya belajar bahwa itu bisa diolah menjadi pupuk yang berguna untuk tanaman. Ini menjadi keterampilan yang bermanfaat bagi kami ke depan,” ungkapnya.

Program ini menjadi salah satu wujud pengembangan pembinaan kemandirian di Lapas Banjarmasin yang tidak hanya menghasilkan produk bernilai guna, tetapi juga membangun sistem pemanfaatan berkelanjutan di lingkungan Pemasyarakatan. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0