Warga Binaan Lapas Batulicin Dalami Makna Niat dalam Ibadah

Warga Binaan Lapas Batulicin Dalami Makna Niat dalam Ibadah

Batulicin, INFO_PAS – Majelis Taklim Al-Hijrah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin gelar pembinaan kerohanian untuk perkuat keimanan sekaligus ajak Warga Binaan pahami makna niat dalam beribadah, Jumat (2/10). Kegiatan tersebut jadi ruang bagi Warga Binaan untuk memperdalam pemahaman agama selama jalani masa pembinaan.

Kegiatan berlangsung di Masjid At-Taubah Lapas Batulicin dengan diawali salat Duha berjemaah, dilanjutkan pembacaan Surah Yasin dan doa bersama. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan tausiah yang disampaikan Ustaz Andri Al-Bukhari dari Kementerian Agama Kabupaten Tanah Bumbu.

Dalam tausiahnya, Ustaz Andri Al-Bukhari bahas esensi niat sebagai landasan penting dalam ibadah. Pemahaman tentang niat mengajak Warga Binaan untuk tidak sekadar menjalankan ibadah sebagai rutinitas, tetapi juga memahami tujuan dan ketulusan di balik setiap amalan.

Warga Binaan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan khusyuk dan menyimak tausiah dengan tenang. Kegiatan tersebut kesempatan bagi mereka untuk melakukan refleksi diri dan memperkuat pemahaman keagamaan.

Kasubsi Pembinaan Lapas Batulicin, Harry Indrawan, menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan kepribadian Warga Binaan. Menurutnya, pemahaman agama diharapkan dapat menjadi pedoman dalam membangun sikap yang lebih baik selama menjalani masa pembinaan.

“Melalui Majelis Taklim Al-Hijrah, kami berharap Warga Binaan tidak hanya memperoleh pengetahuan agama, tetapi juga memahami makna di balik setiap ibadah yang dijalankan. Ketulusan niat dan pengamalan nilai keagamaan diharapkan tumbuh dalam perilaku sehari-hari, termasuk dalam menjaga kedisiplinan dan menghormati sesama,” ujar Harry.

Salah seorang Warga Binaan, A, mengungkapkan bahwa tausiah tentang niat menjadi pengingat untuk lebih memahami tujuan dari ibadah yang dijalankan. “Tausiah seperti ini dapat membantu saya menenangkan pikiran, memperbaiki diri, dan meningkatkan kesungguhan dalam beribadah,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, mengapresiasi pelaksanaan pembinaan kerohanian.

“Kami mengapresiasi pelaksanaan pembinaan kerohanian yang memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk memperdalam pemahaman agama. Nilai-nilai yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal untuk membentuk pribadi yang lebih baik, berintegritas, dan bertanggung jawab selama menjalani proses pembinaan,” ujar Thoha. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Batulicin

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0