Warga Binaan Perempuan Rutan Pelaihari Asah Kemandirian, Telur Asin Jadi Bekal Produktif
Pelaihari, INFO_PAS – Sejumlah telur bebek di tangan Warga Binaan perempuan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari tidak sekadar diolah menjadi makanan. Di Blok D, bahan sederhana tersebut menjadi media pembelajaran untuk menumbuhkan ketelitian, kedisiplinan, kerja sama, dan keterampilan produktif melalui pembuatan telur asin.
Dalam kegiatan tersebut, Warga Binaan perempuan terlibat langsung dalam setiap tahapan pengerjaan, mulai dari menyiapkan bahan, menangani telur, menjaga kebersihan selama proses, hingga memastikan setiap tahapan dilakukan dengan teliti. Aktivitas tersebut memberikan pengalaman nyata bahwa menghasilkan sebuah produk membutuhkan proses yang tidak instan. Ketelitian dalam mengerjakan setiap tahap menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas telur asin yang dihasilkan.
Tidak hanya keterampilan teknis, kegiatan ini juga melatih kebiasaan bekerja secara teratur. Warga Binaan berbagi tugas, menjaga kebersihan lingkungan kerja, dan menyelesaikan tanggung jawab masing-masing hingga seluruh proses selesai.
Kepala Rutan Pelaihari, Eri Triyanto, mengatakan pembinaan kemandirian diarahkan agar Warga Binaan memperoleh pengalaman yang menjadi bekal ketika kembali ke lingkungan masyarakat. “Pembinaan kemandirian kami arahkan agar Warga Binaan tidak hanya mengikuti kegiatan, tetapi juga mendapatkan pengalaman dan keterampilan yang bisa mereka kembangkan. Dari proses pembuatan telur asin ini, mereka belajar tentang ketelitian, kebersihan, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam menghasilkan produk,” ujarnya, Selasa (22/9).
Bagi Warga Binaan, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mencoba keterampilan yang dekat dengan aktivitas sehari-hari. Fitri, salah satu Warga Binaan perempuan yang mengikuti kegiatan, mendapatkan pengalaman baru dari proses pembuatan telur asin.
“Di sini kami belajar dari proses awal sampai selesai. Harus teliti dan menjaga kebersihan supaya hasilnya baik. Saya senang bisa mengikuti kegiatan seperti ini karena menambah pengalaman dan keterampilan,” kata Fitri.
Kegiatan tersebut sejalan dengan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 yang mendorong kemandirian pangan melalui berbagai program produktif di Lapas dan Rutan, serta pemasaran produk hasil karya Warga Binaan melalui koperasi dan UMKM. Melalui pembuatan telur asin, Warga Binaan perempuan mendapatkan ruang untuk belajar dan mengembangkan kemampuan dari hal yang sederhana sebagai pengalaman produktif bermanfaat dan ekal saat mereka kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat. (IR)
Kontributor: Rutan Pelaihari
What's Your Reaction?


