Wujudkan SDM Unggul dan Taat Hukum, Lapas Geser Perkuat Sinergi Strategis dengan Dinas Pendidikan SBT
Geser, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser tegaskan komitmennya untuk tidak sekadar menjadi mitra formalitas, melainkan elemen aktif dalam memajukan mutu pendidikan di wilayah Seram Bagian Timur. Hal ini dibuktikan melalui keterlibatan langsung Kepala Lapas Geser, Nober Hasanda, dalam mengawal pembukaan kegiatan “Pengembangan Kompetensi Guru dan Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar” di Aula SMP Negeri 1 Seram Timur, Sabtu (26/9) lalu.
Kehadiran Lapas Geser dalam agenda yang diikuti oleh guru dari 16 SD dan 4 SMP ini membawa misi krusial, yakni mengagabungkan peningkatan kompetensi akademis Kurikulum Merdeka dengan pembentukan karakter siswa yang taat hukum sejak dini. Langkah integratif ini dilakukan bersama Sekretaris Kecamatan Seram Timur, Rahmawati Rumalutur, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), dan Raja Negeri Geser, Suilani Kelian. Mereka hadir untuk menyatukan visi bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Seram Bagian Timur, Afiudin Rumakway, guna mendorong penguatan kapasitas tenaga pendidik di wilayah tersebut.
Nober menegaskan peran instansi Pemasyarakatan kini bergerak dinamis ke hulu melalui fungsi pencegahan dan edukasi masyarakat. “Sinergi yang kuat antara Lapas, Forkopimcam, dan Dinas Pendidikan merupakan bentuk nyata hadirnya negara. Kami tidak hanya hadir menyaksikan, tetapi berkomitmen mendukung ekosistem pendidikan inklusif. Output yang kita sasar bersama adalah mencetak generasi penerus bangsa yang unggul secara intelektual sekaligus memiliki karakter kuat, taat hukum, dan siap bersaing di masa depan,” ujarnya.
Komitmen aktif dari sektor penegakan hukum ini disambut hangat oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Seram Bagian Timur, Afiudin Rumakway. Ia menggarisbawahi tantangan geografis Seram Bagian Timur hanya bisa dituntaskan melalui kolaborasi lintas sektor yang militan.
“Kehadiran dan dukungan penuh dari Lapas dan Forkopimcam merupakan bukti nyata bahwa memajukan pendidikan di Bumi Ita Wotu Nusa adalah tanggung jawab kolektif. Ketika sektor pengamanan dan penegakan hukum ikut mengawal kurikulum ini, kita sedang membangun fondasi literasi dan moral masa depan yang kokoh,” ungkap Afiudin.
Sementara itu, Kepala UPTD Pendidikan sekaligus Kepala SMP Negeri 1 Seram Timur, Halija Sahaka, menilai keterlibatan institusi di luar sektor pendidikan formal seperti Lapas memberikan motivasi psikologis yang besar bagi para guru. “Ini membuktikan para guru tidak berjuang sendiri dalam menyukseskan Kurikulum Merdeka Belajar. Kolaborasi ini memacu kami untuk terus berinovasi demi mencerdaskan generasi penerus di Wilayah Geser,” tuturnya.
Melalui partisipasi taktis Lapas Geser dalam ekosistem pendidikan ini, hubungan antarinstansi di Seram Timur kini naik kelas menjadi kemitraan strategis yang berkesinambungan. Langkah bersama ini diyakini tidak hanya akan mempercepat pemerataan kualitas pendidikan, namun juga efektif menciptakan lingkungan wilayah yang aman, kondusif, dan berkemajuan melalui intervensi edukasi sejak bangku sekolah. (IR)
Kontributor: Lapas Geser
What's Your Reaction?


