104 Warga Binaan Lapas Banjarmasin Ikuti Pelatihan Pemulasaran Jenazah
Banjarmasin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin gelar pembukaan pelatihan pemulasaran jenazah bagi 104 Warga Binaan, Rabu (29/4), di Masjid Baabuttaqwa. Kegiatan ini sebagai bagian dari pembinaan kepribadian yang berorientasi pada peningkatan pengetahuan keagamaan dan keterampilan sosial.
Pembukaan kegiatan dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat), Muhammad Ansyari, serta jajaran staf Bimkemaswat. Turut hadir Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan, Azhar, yang sekaligus membuka secara resmi kegiatan pelatihan tersebut. Pelatihan ini menghadirkan narasumber Ustaz Rahmana dari Kementerian Agama Kota Banjarmasin yang memberikan materi sekaligus pendampingan langsung kepada peserta.
Akhmad Herriansyah menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bekal penting bagi Warga Binaan. “Kami ingin memastikan Warga Binaan tidak hanya mendapatkan pembinaan selama di dalam, tetapi juga membawa keterampilan yang bermanfaat. Pemulasaran jenazah adalah ilmu yang mulia dan sangat dibutuhkan di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Azhar, dalam sambutannya menekankan pentingnya keseriusan Warga Binaan dalam mengikuti pelatihan ini. “Pelatihan pemulasaran jenazah ini memiliki nilai manfaat yang besar. Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, karena ilmu yang diperoleh nantinya bisa dimanfaatkan untuk keluarga maupun masyarakat ketika kembali ke luar,” ujarnya.
Muhammad Ansyari turut menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan dirancang secara sistematis agar mudah dipahami peserta. “Pelatihan ini dilaksanakan selama dua hari, yang terbagi dalam sesi teori dan praktik. Hari pertama peserta mendapatkan pemahaman dasar, kemudian dilanjutkan praktik langsung agar mereka benar-benar memahami prosesnya,” jelasnya.
Salah satu Warga Binaan, Agung, mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut. “Saya sangat beruntung bisa ikut kegiatan ini. Ilmu seperti ini sangat bermanfaat dan tidak semua orang punya kesempatan untuk mempelajarinya,” ungkapnya.
Melalui pelatihan ini, Lapas Banjarmasin hadirkan pembinaan yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif. Dari ruang ibadah yang sederhana, nilai-nilai kemanusiaan ditanamkan secara khidmat, menjadi bekal hidup yang akan tetap berarti saat Warga Binaan kembali ke masyarakat. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


