Bangun Mental dan Spiritual Warga Binaan, Lapas Tolitoli Gelar Pembinaan Berkelanjutan
Tolitoli, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli kembali laksanakan pembinaan keagamaan bagi Warga Binaan sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian. Selasa (24/2), dilaksanakan pembinaan kerohanian bagi Warga Binaan beragama Kristen dan Islam di tempat ibadah masing-masing di lingkungan Lapas.
Pada pukul 09.00 WITA, Warga Binaan beragama Kristen ikuti pembinaan kerohanian di Gereja Patmos Lapas Tolitoli. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Pendeta Joel Saragih yang menyampaikan materi bertajuk “Nasihat Supaya Tetap Berjuang.” Dalam khotbahnya, Pendeta mengajak Warga Binaan untuk tetap memiliki semangat, keteguhan hati, dan pengharapan dalam menjalani masa pidana serta terus berupaya memperbaiki diri.
Selanjutnya, pada pukul 10.30 WITA, Warga Binaan beragama Islam ikuti kegiatan pembinaan kepribadian di Masjid Darul Hisab Lapas Tolitoli. Kegiatan ini menghadirkan Penyuluh Agama Islam dari Kementerian Agama Kabupaten Tolitoli, Ustaz Sahwan, yang menyampaikan tausiah tentang peningkatan kualitas ibadah jelang dan selama bulan suci Ramadan. Ia mengajak Warga Binaan menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri dan meningkatkan keimanan.
Kepala Lapas Tolitoli, Mansur Yunus Gafur, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter Warga Binaan.
“Pembinaan spiritual adalah bagian penting dari proses pembentukan kepribadian. Kami berkomitmen memberikan pembinaan yang menyentuh aspek mental dan rohani agar Warga Binaan memiliki bekal saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja, Feldianto, menegaskan bahwa kegiatan keagamaan ini merupakan bentuk pemenuhan hak beribadah Warga Binaan sekaligus tindak lanjut kerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Tolitoli.
“Kami berupaya menghadirkan pembinaan secara rutin dan berkesinambungan dengan melibatkan pemuka agama di Kabupaten Tolitoli, sehingga pembinaan mental dan spiritual Warga Binaan dapat berjalan optimal,” jelasnya.
Salah satu Warga Binaan, Ako, mengungkapkan rasa syukur dan manfaat yang dirasakan. “Kegiatan ini membuat kami lebih tenang dan termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Kami merasa diperhatikan dan dibimbing agar tidak mengulangi kesalahan,” tuturnya.
Melalui kegiatan pembinaan kerohanian dan kepribadian ini, diharapkan Warga Binaan semakin meningkatkan keimanan, menjaga hubungan baik antar sesama, serta memiliki kesadaran untuk menjalani kehidupan yang lebih baik baik selama di dalam Lapas maupun setelah bebas nanti. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Tolitoli
What's Your Reaction?


