Bapas Jambi Asesmen 21 Narapidana, Dukung Operasional Lapas Baru
Jambi, INFO_PAS - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Jambi lakukan asesmen terhadap 21 Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jambi, Selasa (31/3), sebagai bagian dari dukungan persiapan operasional gedung baru Lapas di Sengeti.
Kepala Bapas Jambi, Dwi Santosa, mengatakan bahwa pihaknya menugaskan kelompok kerja asesmen yang terdiri dari Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Ahli Madya, Ahli Muda, dan Ahli Pertama untuk memenuhi permintaan resmi dari Lapas Jambi.
“Asesmen ini merupakan tindak lanjut dari permohonan pihak Lapas, sekaligus bagian dari persiapan pemindahan Narapidana pekerja untuk mendukung operasional gedung baru di Sengeti,” ujar Dwi Santosa.
Ia menjelaskan, sebanyak 21 Narapidana akan dipindahkan untuk membantu proses persiapan operasional. Oleh karena itu, asesmen dilakukan guna memastikan kesiapan serta profil risiko para narapidana tersebut.
Pelaksanaan asesmen dilakukan dengan melibatkan kelompok kerja asesmen secara aktif. Kegiatan berlangsung tertib dan lancer. Seluruh Narapidana yang menjadi subjek asesmen mengikuti proses dengan baik.
“Sebanyak 21 Narapidana, terdiri dari 20 kasus narkotika dan 1 kasus perlindungan anak, telah menjalani asesmen RRI (Asesmen Risiko Residivisme Indonesia), asesmen kebutuhan kriminogenik, serta ISPN (Instrumen Screening Penempatan Narapidana). Mereka cukup kooperatif dan mampu menjawab seluruh pertanyaan dengan baik,” jelas Dwi Santosa.
Dwi Santosa juga menegaskan pentingnya profesionalisme PK dalam menjalankan tugasnya. Ia meminta agar seluruh hasil asesmen segera disusun dalam bentuk laporan untuk disampaikan kepada pihak Lapas.
“Setelah asesmen selesai, laporan harus segera dibuat dan diserahkan sebagai bahan pertimbangan lebih lanjut bagi pihak Lapas Kelas IIA Jambi,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jambi, Irwan Rahmat Gumilar, menekankan pentingnya integritas dan pemahaman tugas bagi seluruh petugas Pemasyarakatan.
“Seluruh pegawai harus memahami tugas dan fungsinya secara utuh serta menjalankannya dengan penuh tanggung jawab. Integritas adalah kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik,” tegas Irwan Rahmat Gumilar.
Di sisi lain, Kepala Lapas Jambi, Syahroni Ali, menyampaikan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika di dalam Lapas, termasuk rencana pelaksanaan tes urine massal bagi Warga Binaan dan petugas.
“Langkah ini sebagai bentuk komitmen serius dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkotika di dalam Lapas, sekaligus memperkuat pengawasan internal,” ujarnya.
Dengan sinergi antara Bapas dan Lapas Jambi, diharapkan proses pembinaan Narapidana dapat berjalan optimal serta mendukung sistem Pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan berintegritas. (afn)
Kontributor: Humas Bapas Jambi
What's Your Reaction?


