BAPAS KURANGI DAMPAK BURUK PENYEBARAN HIV AIDS LEWAT PENGUATAN MANAJEMEN KASUS

Makassar, INFO_PAS. Masih tingginya angka Warga Binaan Pemasyarakatan dengan HIV-AIDS di Rutan dan Lapas menjadi permasalahan yang cukup pelik bagi Ditjen Pemasyarakatan. Hal ini menjadi perhatian yang sangat serius mengingat tingginya resiko penularan diantara WBP yang juga tidak menutup kemungkinan terhadap masyarakat luas (setelah WBP selesai menjalani pidana). Pentingnya keterampilan yang cakap bagi petugas pemasyarakatan, khususnya Pembimbing Kemasyarakatan dalam memberikan layanan terhadap WBP ataupun Klien Pemasyarakatan sebagai salah satu aparat penegak hukum yang menjalankan layanan secara komprehensif dituntut untuk memiliki multi keterampilan dengan kualitas yang baik. Oleh karena itu, dalam rangka memberikan pelayanan terbaik terhadap klien dengan HIV-AIDS maka Direktorat Bimbingan Kemasyarakatan dan Pengentasan Anak (BIMKEMAS) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan bekerjasama dengan HIV Cooperati

BAPAS KURANGI DAMPAK BURUK PENYEBARAN HIV AIDS LEWAT PENGUATAN MANAJEMEN KASUS
Makassar, INFO_PAS. Masih tingginya angka Warga Binaan Pemasyarakatan dengan HIV-AIDS di Rutan dan Lapas menjadi permasalahan yang cukup pelik bagi Ditjen Pemasyarakatan. Hal ini menjadi perhatian yang sangat serius mengingat tingginya resiko penularan diantara WBP yang juga tidak menutup kemungkinan terhadap masyarakat luas (setelah WBP selesai menjalani pidana). Pentingnya keterampilan yang cakap bagi petugas pemasyarakatan, khususnya Pembimbing Kemasyarakatan dalam memberikan layanan terhadap WBP ataupun Klien Pemasyarakatan sebagai salah satu aparat penegak hukum yang menjalankan layanan secara komprehensif dituntut untuk memiliki multi keterampilan dengan kualitas yang baik. Oleh karena itu, dalam rangka memberikan pelayanan terbaik terhadap klien dengan HIV-AIDS maka Direktorat Bimbingan Kemasyarakatan dan Pengentasan Anak (BIMKEMAS) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan bekerjasama dengan HIV Cooperation Program for Indonesia (HCPI) menggelar “Bimbingan Teknis Manajemen Kasus Dalam Pelayanan Klien Dengan HIV-AIDS Bagi Petugas Pembimbing Kemasyarakatan.” Direktur Bimkemas, Priyadi ketika ditemui menjelaskan, kegiatan kali ini dilaksanakan di Makasar, dimulai dari tanggal 10 s.d 13 Juni 2014 dan melibatkan peserta sebanyak 30 orang yang berasal dari UPT Pemasyarakatan khususnya petugas Pembimbing Kemasyarakatan (PK). "Kegiatan seperti ini sangat baik dan diharapkan dapat dilakukan sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun dengan prioritas daerah Timur dan Barat. Selain itu juga ditujukan untuk PK ataupun pendanping PK yang ada di Lapas/Rutan yang jauh dari jangkauan Bapas," tutur Priyadi. Lebih lanjut Priyadi menyampaikan, bimbingan teknis dan penguatan terhadap kemampuan PK Bapas sebagai manajer kasus sangat diperlukan dalam melakukan pembimbingan klien yang mengidap HIV-AIDS dan TB. Bapas diharapkan mampu mengurangi dampak buruk penyebaran HIV-AIDS dan TB dengan cara memberikan pembimbingan yang tepat dan  sesuai bagi klien Bapas yang mengidap HIV-AIDS, TB dan penyakit menular lainnya. ***  

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0