Go Internasional, Karya Warga Binaan Bali Tampil di WCPP 2026
Denpasar, INFO_PAS – Karya Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan melangkah lebih jauh dengan tampil di ajang internasional the 7th World Congress on Probation and Parole (WCPP) yang digelar di Bali International Convention Center pada 14-17 April 2026. Melalui merek Sangkar Emas, produk hasil pembinaan berhasil menembus panggung dunia dan menjadi representasi nyata keberhasilan program Pemasyarakatan.
Pie susu dan kacang kapri yang dihadirkan tidak hanya menjadi produk unggulan, tetapi juga simbol perubahan. Dari balik keterbatasan, Warga Binaan mampu menghadirkan karya yang bernilai, berkualitas, dan layak diperkenalkan di hadapan dunia internasional.
Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, menegaskan keikutsertaan ini merupakan momentum penting dalam menunjukkan wajah baru Pemasyarakatan. “Ini adalah bukti pembinaan yang kami lakukan mampu melahirkan karya yang tidak hanya bernilai secara ekonomi, tetapi juga membanggakan. Kami ingin dunia melihat Warga Binaan memiliki potensi, mampu berkarya, dan layak diberi kesempatan untuk bangkit,” tegasnya.
Lebih dari sekadar partisipasi, kehadiran Sangkar Emas di ajang internasional ini menjadi pesan kuat bahwa stigma negatif terhadap Warga Binaan perlahan dapat dipatahkan melalui karya nyata. Pembinaan yang tepat mampu mengubah keterbatasan menjadi peluang dan harapan.

Tak hanya Lapas Tabanan, karya Warga Binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klungkung juga tampil di ajang yang sama. Dalam kesempatan tersebut, Rutan Klungkung menampilkan lukisan khas Kamasan dan berbagai produk kreatif lainnya yang berhasil menarik perhatian delegasi internasional. Kehadiran karya tersebut menegaskan pembinaan di Indonesia tidak hanya berfokus pada rehabilitasi, tetapi juga mampu melahirkan produk bernilai budaya tinggi yang siap bersaing di pasar global.
“Keikutsertaan kami di ajang WCPP menjadi bukti Warga Binaan mampu menghasilkan karya berkualitas tinggi yang tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga memiliki daya saing di pasar internasional. Ini merupakan hasil pembinaan konsisten dan berkelanjutan,” tegas Kepala Rutan Klungkung, Alviantino Riski Satrio.
Apresiasi turut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali, Decky Nurmansyah. “Apa yang ditampilkan Lapas Tabanan dan Rutan Klungkung menegaskan tidak ada batas bagi Warga Binaan untuk berkarya. Dari balik keterbatasan, mereka tetap mampu melahirkan karya yang membanggakan. Ini bukti pembinaan yang tepat mampu membuka harapan dan masa depan yang lebih baik,” tegasnya.
Decky menyebut partisipasi dalam forum internasional ini mencerminkan transformasi Pemasyarakatan Indonesia menuju standar global. “Produk Warga Binaan bukan hanya simbol kreativitas, tetapi juga representasi keberhasilan reintegrasi sosial dan kontribusi nyata dalam ekonomi kreatif dunia,“ tambahnya.
Lapas Tabanan dan Rutan Klungkung menegaskan komitmennya untuk terus mendorong Warga Binaan menghasilkan karya terbaik sekaligus membuka jalan agar mereka kembali ke masyarakat dengan kepercayaan diri, keterampilan, dan masa depan yang lebih baik. Melalui forum internasional ini, Pemasyarakatan Bali memperkuat langkah strategis untuk memperluas jejaring internasional, memperkuat diplomasi Pemasyarakatan, dan membawa karya Warga Binaan Indonesia ke panggung dunia secara berkelanjutan. (IR)
Kontributor: Lapas Tabanan, Rutan Klungkung
What's Your Reaction?


