Hari Ketiga Pesantren Kilat, Warga Binaan Lapas Perempuan Palu Dalami Sejarah Al-Qur’an dan Fikih Jenazah

Hari Ketiga Pesantren Kilat, Warga Binaan Lapas Perempuan Palu Dalami Sejarah Al-Qur’an dan Fikih Jenazah

Sigi, INFO_PAS – Pelaksanaan Pesantren Kilat Ramadan 1447 Hijriah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu masuki hari ketiga, Rabu (11/3). Kegiatan yang berlangsung di Musala An-Nisa tersebut diisi dengan berbagai materi pembinaan keagamaan bagi Warga Binaan bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sigi.

Warga Binaan mendapatkan materi tentang sejarah Al-Qur’an yang disampaikan oleh penyuluh agama Kemenag Sigi, Muhibbah. Materi ini memberikan pemahaman mengenai proses turunnya Al-Qur’an, perjalanan penulisannya, hingga proses penghimpunannya menjadi kitab suci yang menjadi pedoman hidup umat Islam.

Selain materi tersebut, peserta juga mengikuti praktik penyelenggaraan jenazah sesuai syariat Islam. Dalam sesi ini, Warga Binaan mempelajari tata cara memandikan, mengafani, hingga proses pengurusan jenazah. Kegiatan praktik ini bertujuan memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan dasar yang dapat bermanfaat bagi Warga Binaan ketika kembali ke tengah masyarakat.

Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Perempuan Palu, Effendy, selaku penanggung jawab kegiatan menyampaikan bahwa pesantren kilat Ramadan merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan, khususnya dalam meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keagamaan.

“Melalui kegiatan pesantren kilat ini kami ingin memberikan pembinaan spiritual kepada Warga Binaan agar mereka dapat memperdalam pemahaman agama sekaligus menjadikannya sebagai bekal untuk memperbaiki diri,” ujarnya.

Ia berharap rangkaian kegiatan selama bulan Ramadan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi Warga Binaan dalam menjalani proses pembinaan di dalam Lapas.

Sementara itu, penyuluh agama Kemenag Sigi, Muhibbah, menjelaskan bahwa materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada pemahaman keagamaan, tetapi juga keterampilan praktis yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui materi sejarah Al-Qur’an, kami ingin Warga Binaan memahami proses turunnya kitab suci sekaligus menyadari pentingnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Sementara praktik pengurusan jenazah menjadi bekal ilmu yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.

Muhibbah juga mengapresiasi antusiasme Warga Binaan yang aktif mengikuti kegiatan selama proses pembelajaran berlangsung.

Salah satu Warga Binaan, AA, mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan pesantren kilat tersebut karena memberikan pengetahuan baru bagi dirinya.

“Saya sangat bersyukur bisa mengikuti kegiatan ini. Kami belajar banyak hal, mulai dari sejarah Al-Qur’an hingga praktik pengurusan jenazah yang sebelumnya belum pernah saya pelajari secara langsung,” ungkapnya.

Untuk menambah semangat peserta, kegiatan ditutup dengan kuis dan permainan yang berkaitan dengan materi yang telah disampaikan. Selain menjadi sarana evaluasi pemahaman peserta, kegiatan ini juga menciptakan suasana kebersamaan dan keceriaan di tengah pelaksanaan pesantren kilat Ramadan.

Melalui kegiatan ini diharapkan Warga Binaan dapat semakin meningkatkan pemahaman keagamaan serta menjadikan nilai-nilai spiritual sebagai bekal untuk memperbaiki diri dan menjalani kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Perempuan Palu

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0